logo


Tak Ada Fakta Baru yang Terungkap, Jaksa Tutup Kasus Djoko Tjandra

Kejaksaan Agung mempersilahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) apabila hendak mengembangkan perkara Djoko Tjandra

6 April 2021 06:00 WIB

Djoko Tjandra
Djoko Tjandra Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kejaksaan Agung saat ini telah menghentikan penyidikan kasus dugaan kasus korusi oleh Djoko Tjandra. Kejaksaan Agung menyebut tidak ada fakta baru yang ditemukan selama persidangan.

Kejaksaan Agung lantas mempersilahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) apabila hendak mengembangkan perkara tersebut. Hal tersebut disampaikan usai vonis Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Tipikor, Senin (5/4/2021).

"Memang yang disebutkan dalam putusan itu ada (keterlibatan) orang lain? (Kan tidak) makanya dikembangkan apa? Kalau misalnya KPK mau kembangkan, nah silahkan," kata jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Ali Mukartono kepada wartawan.


Pegawai KPK Ditemukan Meninggal di Kediamannya, Saut Situmorang Masih Syok

"Selama fakta hukumnya masih seperti (vonis) ini, setop," imbuhnya.

Ali mengatakan bahwa pihaknya siap memberikan sejumlah dokumen untuk proses pengembangan oleh KPK. Ia menyebut langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk transparansi hukum.

"Ini membuktikan bahwa kita terbuka, enggak ada yang ditutup-tutupi, tidak ada yang dibatas-batasi. Berkas dari kita sudah dikasihkan semua," pungkasnya.

Diketahui, kasus dugaan korupsi oleh Djoko Tjandra telah melibatkan oknum jaksa Pinangki Sirna Malasari yang saat itu menjabat Kepala Sub Bagian Pemantauan Dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejagung. Djoko Tjandra terbukti melakukan suap kepengurusan fatwa Mahkamah Agung. Ia pun divonis penjara selama 4 tahun dan 6 bulan.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 4 tahun dan 6 bulan, dan pidana denda Rp100 juta subsider 6 bulan," kata ketua majelis hakim Muhammad Damis saat membacakan amar putusan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (5/4).

Buzzer Bungkam Soal Kasus Korupsi, Tengku Zulkarnain: Apa Memang Pro Maling?

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati