logo


Total 564 Warga Sipil Tewas sejak Junta Militer Ambil Alih Kekuasaan di Myanmar

AAPP mencatat bahwa ada 564 warga sipil Myanmar yang tewas akibat tindakan brutal junta militer

5 April 2021 19:00 WIB

Seorang pendemo Myanmar yang tertembak oleh pasukan militer
Seorang pendemo Myanmar yang tertembak oleh pasukan militer nytimes

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Assistance Association for Political Prisoners (AAPP), pada Senin (5/4) melaporkan bahwa junta militer Myanmar sejauh ini sudah menewaskan 564 warga sipil sejak mereka mengambil alih pemerintahan melalui aksi kudeta.

"Per 4 April, secara keseluruhan ada 2.667 warga yang berada di dalam penahanan, sementara 38 diantaranya sudah dijatuhi hukuman. Sedangkan 425 warga lain sudah masuk ke dalam daftar penangkapan," kata lembaga non pemerintah tersebut dalam pernyataan tertulisnya, dikutip Anadolu Agency.

Pasukan militer Myanmar hingga kini terus melakukan tindak kekerasan terhadap warga yang menggelar aksi demonstrasi memprotes aksi kudeta pemerintahan.


Uni Eropa Bakal Beri Dukungan untuk Pemulihan Ekonomi dan Penyelesaian Konflik Libya

Di kota Mandalay, junta militer telah menghancurkan barikade demonstran dan sejumlah pertokoan yang berada di sekitar lokasi demonstrasi.

"Setiap kali insiden ini terjadi, junta menyatakan secara tidak benar bahwa para pengunjuk rasa yang melakukan kejahatan ini, untuk menyebarkan propaganda," ungkap AAPP.

Di kota Bhamaw di Negara Bagian Kachin utara, pasukan keamanan menggerebek daerah pemukiman dan melepaskan tembakan, melukai enam orang. Sepuluh penjaga komunitas dipukuli dan ditangkap.

Dalam pernyataan terpisah, Tim Pengarah Proses Perdamaian (PPST) yang terbentuk dari hasil Perjanjian Gencatan Senjata Nasional (NCA) 2015 mendesak pihak militer untuk menghentikan tindakan keras dan pembunuhan terhadap warga sipil yang tidak bersenjata dan segera membebaskan semua tahanan.

Taliban Kembali Lancarkan Serangan, 3 Personil Militer Afghanistan Tewas

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia