logo


Junta Militer Myanmar Akhirnya Bebaskan Dua Warga Negara Australia yang Mereka Tahan

Kementerian Luar Negeri Australia mengatakan bahwa dua warga negaranya yang ditahan oleh militer Myanmar sudah dibebaskan dan keluar dari Yangon

5 April 2021 16:45 WIB

Berbekal batu dan ketapel, warga sipil Myanmar bentrok dengan pihak militer bersenjata lengkap
Berbekal batu dan ketapel, warga sipil Myanmar bentrok dengan pihak militer bersenjata lengkap Reuters

CANBERRA, JITUNEWS.COM - Dua warga negara Australia yang sebelumnya ditahan di Myanmar pada bulan lalu telah dibebaskan dan saat ini sudah keluar dari Yangon. Hal tersebut disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Australia pada Senin (5/4).

Konsultan bisnis Matthew O'Kane dan Christa Avery, mendapatkan status tahanan rumah dari junta militer Myanmar setelah keduanya berupaya meninggalkan negara melalui sebuah penerbangan pada Maret lalu.

Seorang juru bicara kementerian luar negeri dan juru bicara kementerian perdagangan Australia mengatakan bahwa pemerintah sudah "menyediakan bantuan konsular" bagi dua negara tersebut selama mereka ditahan hingga dilepaskan.


Venezuela Minta Bantuan PBB Bersihkan Ranjau di Perbatasan Kolombia

"Kami telah menyediakan dukungan untuk mereka keluar dari Yangon pada 4 April," kata juru bicara dikutip CNA.

"Kami menyambut baik pembebasanya," tambahnya.

Sementara itu, seorang warga Australia lainnya, Sean Turnell, yang merupakan salah satu penasihat Aung San Suu Kyi, hingga saat ini masih berada di dalam tahanan. Pakar ekonomi tersebut ditangkap oleh junta militer Myanmar usai aksi kudeta 1 Februari.

Ia masih diinvestigasi oleh pihak militer.

"Saya harap meski jika Sean tidak dapat segera dibebaskan, setidaknya (status)nya bisa diubah menjadi tahanan rumah demi kondisi fisik, mental dan emosionalnya," kata Christa Avery.

 

Infeksi Covid-19 Meningkat, Kolombia Perketat Aturan Lockdown

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×