logo


Venezuela Minta Bantuan PBB Bersihkan Ranjau di Perbatasan Kolombia

Presiden Venezuela mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah membangun komunikasi dengan PBB untuk meminta bantua dalam proses pembersihan ranjau di wilayah perbatasan Venezuela-Kolombia

5 April 2021 16:00 WIB

Presiden Venezuela Nicolas Maduro
Presiden Venezuela Nicolas Maduro istimewa

CARACAS, JITUNEWS.COM - Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan bahwa pihaknya akan meminta bantuan dari PBB untuk membersihkan ranjau yang ditinggalkan oleh kelompok bersenjata Kolombia di wilayah perairan sekitar perbatasan kedua negara.

"(Menteri Luar Negeri) Jorge Arreaza sedang membangun komunikasi dengan Sekertaris Jenderal Antonio Guterres, untuk meminta bantuan darurat dari PBB...sehingga mereka (bersedia) membawa seluruh teknologi untuk men-deaktif ranjau yang ditinggalkan oleh kelompok pembunuh dan pengedar narkoba dari Kolombia," kata Maduro dalam sebuah siaran televisi Venezuela pada Minggu (4/4), dikutip Sputniknews.

Pada kesempatan tersebut, Maduro menegaskan bahwa semua kelompok bersenjata terlarang dari Kolombia yang ada di wilayah Venezuela akan dieliminasi guna memastikan keamanan nasional.


4 Pasukan Penjaga Keamanan PBB Tewas Diserang Kelompok Teroris Mali

Pada 21 Maret, militer Venezuela melancarkan serangan di wilayah Apure terhadap organisasi bersenjata ilegal asal Kolombia. Kementerian Pertahanan Venezuela mengatakan bahwa sejumlah kamp berhasil dihancurkan, dan puluhan orang diamankan. Sejumlah personil militer Venezuela tewas dalam operasi tersebut, termasuk dua personil yang tewas akibat menginjak ranjau pada 1 April lalu.

Sementara itu, lembaga pengawas HAM internasional (HRW) pada Januari l

Human Rights Watch (HRW) mengatakan dalam sebuah laporan Januari bahwa orang-orang di negara bagian Apure di Venezuela barat dan provinsi tetangga Kolombia Arauca menghadapi kekerasan brutal dari militan bersenjata setiap harinya.

Secara khusus, mereka menyebut Tentara Pembebasan Nasional, Pasukan Patriotik Pembebasan Nasional, dan kelompok yang muncul dari Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia yang didemobilisasi, umumnya dikenal sebagai FARC, telah melakukan penindasan dan pelanggaran HAM terhadap warga sipil, termasuk tindak pembunuhan, pemerkosaan, kerja paksa anak dan lain-lain.

China Segera Sumbang Vaksin Covid-19 ke El Salvador

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×