logo


Tanggapi Saran Andi Mallarangeng, Kubu Moeldoko Persilakan SBY Buat Partai Baru

Andi Mallarangeng menyarankan Moeldoko untuk mundur dari KLB, membuat partai baru, atau menuntut Menkumham Yasonna Laoly yang menolak hasil KLB.

5 April 2021 13:30 WIB

Moeldoko
Moeldoko Ist

"Jangan mengambil alih kepemilikan Partai Demokrat dari para pendiri, dengan mengelabui para pengurus DPD dan DPC atas nama demokrasi. Terserah kepada SBY mau dikasih nama apa. Ada yang mengusulkan diberi nama PKC (Partai Keluarga Cikeas)," imbuhnya.

Rahmad setuju dengan saran Andi untuk menempuh jalur pengadilan.

"Terkait opsi ketiga Andi yang menawarkan langkah melalui pengadilan, itu adalah tawaran yang menarik dan serius untuk dijalankan. AD ART Partai Demokrat 2020 yang menjadikan SBY 'dewa' penguasa tunggal di dalam partai adalah bertentangan dengan UU Partai Politik yang ditandatangani SBY sendiri saat jadi presiden. Tak hanya itu, nama 98 pendiri Partai Demokrat dihilangkan dari sejarah pendirian Partai Demokrat di AD ART 2020 dan hanya diambil 1 pendiri," papar Rahmad.


Kesal dengan Tudingan Kubu AHY, Yasonna: Seperti Orang Tidak Dewasa Tangani Parpol

"Ini tentu sangat menarik dibedah di pengadilan dan disaksikan jutaan masyarakat Indonesia dan dunia. Publik juga layak mengetahui bagaimana sesungguhnya konsep demokrasi yang dianut dan yang dipraktikkan SBY. Publik juga bisa menguji manifesto Partai Demokrat yang katanya bersih, cerdas, dan santun yang selalu didengung-dengung SBY saat kampanye, saat memimpin partai dan bahkan sampai saat ini. Publik juga layak mengetahui secara terbuka apakah SBY sungguh-sungguh menjadi pendiri Partai Demokrat atau bukan," pungkasnya.

Sarankan Moeldoko Mundur dari KLB atau Bikin Partai Baru, Parta Demokrat: Pasti Aman dan Damai

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata