logo


Tanggapi Saran Andi Mallarangeng, Kubu Moeldoko Persilakan SBY Buat Partai Baru

Andi Mallarangeng menyarankan Moeldoko untuk mundur dari KLB, membuat partai baru, atau menuntut Menkumham Yasonna Laoly yang menolak hasil KLB.

5 April 2021 13:30 WIB

Moeldoko
Moeldoko Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng, menyarankan Moeldoko untuk mundur dari kongres luar biasa (KLB), membuat partai baru, atau menuntut Menkumham Yasonna Laoly yang menolak hasil KLB.

Juru bicara kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad, menyebut saran tersebut mencirikan orang pengecut dan tidak tegas. Rahmad mengaku pihaknya tidak berminat dengan saran Andi untuk mundur dari KLB.

"Terkait opsi pertama Andi Mallarangeng yang menawarkan exit strategy, itu adalah tawaran yang mencirikan seorang pengecut, plin-plan, tidak tegas, tidak jujur atau pengkhianat. Kami tak berselera dengan opsi tersebut, karena Pak Moeldoko adalah seorang kesatria dan prajurit sejati yang sudah teruji, berani mengambil risiko dan tanggung jawab, serta melindungi bawahan dalam segala situasi. Jika Andi Mallarangeng butuh teman diskusi, butuh perlindungan, butuh atasan yang tidak mengorbankan bawahan, Pak Moeldoko membuka jalan lebar untuk Andi Mallarangeng," kata Rahmad dalam keterangannya, Senin (5/4).


Kesal dengan Tudingan Kubu AHY, Yasonna: Seperti Orang Tidak Dewasa Tangani Parpol

Kubu Moeldoko mempersilakan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuat partai baru.

"Terkait opsi kedua Andi yang menawarkan membuat partai baru, maka kami bersama tokoh-tokoh pendiri Partai Demokrat yang dulu mereka berdarah-darah mendirikan partai tahun 2001, mempersilakan SBY untuk mendirikan partai baru," sebut Rahmad.

Sarankan Moeldoko Mundur dari KLB atau Bikin Partai Baru, Parta Demokrat: Pasti Aman dan Damai

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata