logo


Sarankan Moeldoko Mundur dari KLB atau Bikin Partai Baru, Parta Demokrat: Pasti Aman dan Damai

Andi Malarangeng menyarankan tiga pilihan kepada Moeldoko.

5 April 2021 13:03 WIB

Andi Mallarangeng
Andi Mallarangeng Ist

"Opsi kedua tentu saja adalah Pak Moeldoko cs itu bisa membuat partai baru dengan modal pendukung-pendukung yang ada di Deli Serdang itu, dan katanya sudah bikin struktur partai dan sebagainya, itu modal untuk membuat partai baru. Kalau jalan atau opsi membuat partai baru apapun namanya itu yang dilakukan maka pasti tidak akan kegaduhan, tidak ada ribut-ribut, masing-masing mengurus partai masing-masing," ujarnya.

Pilihan ketiga, Andi menyebut kubu Moeldoko menuntut keputusan Menkumham, Yasonna Laoly lewat Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

"Pak Moeldoko sebagai orang yang menamakan diri sebagai ketum Partai Demokrat hasil KLB Deli Serdang itu, menuntut kepada Menkumham yang tanda tangan Pak Moeldoko. Jangan lupa, Pak Moeldoko masih tetap sebagai Kepala Staf Presiden, sehingga menjadi lucu, karena Pak Moeldoko yang masih Kepala Staf Presiden menuntut koleganya dalam pemerintahan, yaitu Pak Yasonna Laoly sebagai Menkumham atas keputusan Menkumham menolak pengesahan hasil KLB Deli Serdang tersebut," ujarnya.


Ngaku Dongkol dengan Partai Demokrat, Yasonna: Tudingan-tudingan yang Tidak Beralasan

Andi menyebut saran pertama dan kedua aman bagi Moeldoko. Andi mengatakan bahwa Partai Demokrat dibawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bisa konsolidasi partai.

"Sebagai saran adalah opsi 1 atau opsi 2 dan itu pasti aman dan damai, kita bisa lanjutkan kehidupan masing-masing, Partai Demokrat di bawah AHY bisa konsolidasi partainya, Pak Moeldoko bisa konsolidasi partainya atau fokus sebagai tugasnya KSP yang pastinya berat dan membutuhkan tenaga dan pikiran secara full time," kata Andi.

Kesal dengan Tudingan Kubu AHY, Yasonna: Seperti Orang Tidak Dewasa Tangani Parpol

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata