logo


Serius Garap Pesantren Pertanian, Al-Mizan Bikin MoU dengan IPB

Penguatan institusi kepesantrenan melalui pengembangan kapasitas sumber daya manusia diharapkan dapat melahirkan aktor-aktor muda dari kalangan santri.

5 April 2021 08:00 WIB

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Arif Satria, SP.,M.Si. mendatangi Ponpes Al-Mizan, Minggu (4/4).
Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Arif Satria, SP.,M.Si. mendatangi Ponpes Al-Mizan, Minggu (4/4). Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pondok Pesantren Al Mizan Jatiwangi kedatangan tamu istimewa. Ia adalah Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Arif Satria, SP.,M.Si. yang datang memberi pencerahan kepada para santri millenial penggiat pertanian di Aula Pertiwi Ponpes Al-Mizan, Minggu (4/4).

Kunjungan Prof. Arif Satria tidak tanpa tujuan, ia datang dalam rangka penandatanganan MoU dan Kerjasama untuk peningkatan dan pengembangan kemampuan sumber daya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Prof. Arif Satria berpesan kepada para santri untuk mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Dengan situasi perubahan zaman yang cepat ini, dibutuhkan kemauan yang keras serta kompetensi untuk menjawab tiap kesempatan yang datang.


Alumni Kehutanan IPB Hijaukan Kembali Hulu DAS Ciliwung

Ia menekankan mindset 'pemenang' kepada warga pesantren. Tidak hanya soal kompetensi saja yang dibutuhkan, namun juga mental pemenang dari warga nahdliyin bahwa mereka bisa menjadi apa saja, termasuk jadi pemimpin-pemimpin bangsa.

“Pesantren telah banyak melahirkan tokoh besar di berbagai bidang seperti Gus Dur, Habib Lutfi, Kiai Maruf Amin, Muhaimin Iskandar dan  banyak lagi. IPB siap memfasiltasi alumni pesantren untuk jadi generasi yang memiliki integritas, profesionalitas,  transformatif dan berpikiran terbuka,” ujar Profesor kelahiran Pekalongan ini.

Kick Off Pesantren Agroforestri

Kehadiran Rektor IPB ini juga merupakan rangkaian acara pembukaan Pesantren Agroforestri (Wanatani ) Al-Mizan Wanajaya, yang berdiri di atas lahan seluas 11 Ha, di desa Wanajaya kecamatan Kasokandel, kabupaten Majalengka, 5 km dari pesantren induk di Jatiwangi.

Pada Kamis (1/4) malam, ratusan kiai melakukan istighosah dan pembacaan Ratib Kubro sekaligus Bedah Buku tentang Tokoh Ulama Nusantara, Habib Lutfi Bin Yahya.

Narasumber yang hadir dalam kesempatan itu antara lain, Habib Muhdhor Assegaf, DR. KH. Ahmad Syarkosi Subki, KH. Anwar Sulaiman, KH. Abdurrosyid dan KH. Mas Zaenal Muhyiddin.

Pagi harinya, para tokoh tersebut melakukan Kick Off Pesantren Agroforesti bersama Para Ketua Gapoktan, Petani Millenial, perwakilan Pemerintah dan masyarakat .

Pengasuh Pesantren Al-Mizan KH. Maman Imanulhaq mengatakan bahwa di tengah krisis ekologi dan perusakan alam yang kian parah, diperlukan perbaikan sikap dan pandangan (world view) manusia terhadap alam yang keliru.

Selain itu, kata dia, sikap keberagaman yang tidak sesuai dengan prinsip keislaman harus digugat dan gerakan pelestarian alam semesta dan kehidupan mesti didorong.

“Desain pesantren Al-Mizan Wanajaya ini menekankan pentingnya sumber daya manusia yang sehat, meliputi sehat badan, sehat rohani, dan juga mampu menyehatkan lingkungan hidup. Hal ini sangat penting dalam situasi areal pertanian yang semakin menyempit, akses air dan degradasi lahan yang semakin sulit, produksi limbah yang berlebih dan minimnya asupan cadangan makro dan mikro nutrisi”, tegas tokoh muda NU.

Menurut Kang Maman, sapaan karib KH. Maman Imanulhaq yang juga anggota DPR RI ini, penguatan institusi kepesantrenan melalui pengembangan kapasitas sumber daya manusia diharapkan dapat melahirkan aktor-aktor muda dari kalangan santri.

Selain itu, politisi PKB itu berharap masalah ekologi mulai dilirik sebagai bidang garapan yang sangat penting untuk digerakkan. Dengan begitu para santri dapat lebih memahami "integrated farming system”, sehingga dapat memberikan perubahan yang lebih baik.

Jokowi Setuju Penguatan Pendidikan Karakter di Pesantren, MUI Sambut Bahagia

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
×
×