logo


Desain Istana Negara Garuda Ramai Dikritik, Iwan Fals: Terserah Bentuknya Kayak Apa, yang Jelas Berfungsi

Yang penting gak bikin susah rakyat lah.

5 April 2021 06:30 WIB

Iwan Fals
Iwan Fals Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Musisi kawakan Iwan Fals turut berkomentar mengenai rancangan istana negara untuk ibu kota di Kalimantan Timur. Pemilik nama asli Virgiawan Listanto itu lebih menyoroti desain Garuda yang tengah ramai diperbincangkan publik belakangan ini.

Iwan Fals tak terlalu mempersoalkan bentuk garuda tersebut. Menurutnya, fungsi adalah pertimbangan utama dari suatu bangunan.

“Soal desain Garuda di Istana Baru, terserahlah bentuknya kayak apa, tapi yang jelas berfungsi, umpamanya, paruhnya untuk apa, matanya pun begitu. Entah itu cuma kamar mandi atau gudang, yang penting ada fungsinya,” cuitnya lewat akun Twitter @iwanfals, dikutip Senin (5/4).


Pernikahan Atta-Aurel Dihadiri Presiden Jokowi, Ade Armando: Jangan Bikin Video Tak Berguna Lagi

Namun, pelantun lagu Bento itu merasa desain garuda yang viral baru-baru ini terlalu berisiko jika melihat kondisi alam sekitar.

“Lagi pula kalo garudanya berdiri begitu apa gak resiko kalo kena angin besar,” ujar dia.

“Atau seharusnya sayapnya kan bisa jadi atap, atau di dalam tubuhnya ada ruang-ruang yang nyaman dan aman untuk bekerja,” terus dia.

Terakhir, Iwan Fals memberikan sebuah catatan, pembangunan ibu kota baru sebaiknya tak mendatangkan keburukan bagi rakyat.

“Yaah yang penting gak bikin susah rakyat lah, memberi terang saat datang kegelapan, ciiieeee,” celetuknya.

Diketahui, desain istana negara di ibu kota baru, Kaltim yang menyerupai burung Garuda menuai beragam kritikan. Sedikitnya, ada lima asosiasi profesi men desain tersebut.

Kelima asosiasi itu adalah Asosiasi Profesi Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Green Building Council Indonesia (GBCI), Ikatan Ahli Rancang Kota Indonesia (IARKI), Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI), dan Ikatan Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota (IAP).

"Bangunan istana negara yang berbentuk burung Garuda atau burung yang menyerupai Garuda merupakan simbol yang di dalam bidang arsitektur tidaklah mencirikan kemajuan peradaban bangsa Indonesia di era digital dengan visi yang berkemajuan, era bangunan emisi rendah dan pasca Covid-19," tulis mereka.

Presiden Jokowi Hadiri Pernikahan Atta-Aurel, Tengku Zul: Mana Suara Buzzer?

Halaman: 
Penulis : Iskandar