logo


Jubir: Moeldoko Siap Menyalurkan Hasrat AHY dan SBY untuk Maju Sebagai Calon Gubernur DKI

Kubu Moeldoko akan menempuh langkah hukum selanjutnya terkait penolakan dari Kemenkumham

4 April 2021 14:15 WIB

Moeldoko
Moeldoko Ist

Soal Kementerian Hukum dan HAM menolak kepengurusan hasil kongres luar biasa (KLB) kubu Moeldoko, Rahmad mengatakan pihaknya akan menempuh langkah hukum selanjutnya.

"Bapak Moeldoko adalah Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus sudah menjadi kader Partai Demokrat yang sudah dikukuhkan dan secara legal formil sudah dituangkan dalam akta notaris yang menjadi dokumen resmi negara. Soal penolakan di Kemenkumham, itu baru permulaan dari sebuah proses mendapatkan legalitas secara hukum," jelasnya.

"Proses lanjutannya adalah di pengadilan dan bisa sampai ke Mahkamah Agung. Selama belum ada keputusan inkrah lembaga peradilan, maka kedua belah pihak memiliki hak yang sama terhadap Partai Demokrat," sambung Rahmad.


Razman Arif Keluar, Kubu Moeldoko: Mungkin Selama Ini Hanya Ingin Jalan-jalan Saja

Rahmad mengatakan bahwa Moeldoko memimpin Partai Demokrat bukan untuk kekuasaan tapi ingin menyelamatkan demokrasi.

"Pak Moeldoko memimpin Partai Demokrat, orientasinya bukan kekuasaan. Orientasi Pak Moeldoko adalah menyelamatkan demokrasi, menyelamatkan Indonesia emas 2024. Karena itu, Pak Moeldoko memposisikan dirinya saat ini sebagaimana halnya Prof Subur Budi Santoso, Ketum Demokrat periode satu dan Hadi Utomo, Ketum Demokrat periode dua membesarkan partai," kata Rahmad.

Kubu Moeldoko Usulkan AHY Maju Pilgub DKI, Ini Kata Partai Demokrat

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata