logo


AS Tak Akan Biarkan Ukraina Sendirian Hadapi Agresi Rusia

Presiden Joe Biden dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy melakukan pembicaraan mengenai isu perbatasan Rusia-Ukraina

3 April 2021 17:52 WIB

Joe Biden
Joe Biden NBC News

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada Jumat (2/4) melakukan pembicaraan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy melalui sambungan telepon dan menegaskan bahwa AS akan selalu berada di pihak Ukraina seiring dengan meningkatnya situasi konflik perbatasan dengan Rusia.

Sebagaimana diketahui, Amerika Serikat adalah negara aliansi terkuat Ukraina sejak Rusia menduduki wilayah Crimea pada 2014 lalu.

Pembicaraan dua pemimpin negara tersebut terjadi usai NATO menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap meningkatnya aktivitas militer Rusia di wilayah Donbas dimana Ukraina selama ini terlibat konflik dengan pasukan separatis pro-Moskow.


Jurnalis BBC Angkat Kaki dari China, Uni Eropa Desak Beijing Junjung Tinggi Kebebasan Pers

"Presiden Biden menegaskan dukungan AS untuk kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina di tengah meningkatnya agresi Rusia di Donbass dan Crimea," demikian peryataan Gedung Putih, dikutip Al Jazeera.

Menurut kepala staf kepresidenan Ukraina, pembicaraan tersebut berlangsung selama sekitar 50 menit.

"Kami membahas mengenai situasi di Donbas secara detail. Presiden Biden meyakinkan saya bahwa Ukraina tidak akan pernah ditinggalkan sendiri melawan agresi Rusia," kata Presiden Ukraina dalam sebuah video konferens.

Sebelumnya, Ukraina, sejumlah negara barat dan NATO menuding langkah RUsia menerjunkan pasukan dan persenjataan ke wilayah Donbas dilakukan untuk memperkeruh situasi konflik perbatasan dengan Ukraina, setelah pada 2014 lalu Moskow telah berhasil menduduki wilayah Crimea.

Yunani Tuding Turki Sengaja Lakukan Provokasi dengan Kirim Ratusan Imigran

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×