logo


Jurnalis BBC Angkat Kaki dari China, Uni Eropa Desak Beijing Junjung Tinggi Kebebasan Pers

Uni Eropa meminta pemerintah China menjunjung tinggi kebebasan pers dan berpendapat usai seorang jurnalis asing terpaksa pindah ke Taiwan setelah mendapat gangguan dan ancaman.

3 April 2021 16:15 WIB

Media Inggris BBC
Media Inggris BBC istimewa

BRUSSELS, JITUNEWS.COM - Uni Eropa pada Jumat (2/4) meminta pemerintah China untuk menjunjung tinggi kebebasan berpendapat dan kebebasan pers usai seorang jurnalis media Inggris, BBC, terpaksa pindah ke Taiwan untuk menghindari ancaman dan gangguan.

Jurnalis yang bernama John Sudworth mengatakan bahwa dirinya bersama keluarga selama ini mendapat banyak ancaman dan gangguan saat masih tinggal di China.

"Profesionalisme dan obyektivitas jurnalis koresponden asing semakin dipertanyakan. Koresponden asing memainkan peran penting dalam menyampaikan informasi...dan berkontribusi dalam penguatan kesepahaman antara Uni Eropa dan China," kata Josep Borrell, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa dalam peryataan tertulis, dikutip Reuters.


Militan Irak Bakal Lakukan Serangan hingga Pasukan AS Angkat Kaki

Uni Eropa mengatakan bahwa jurnalis asing yang berada di wilayah China sering mendapatkan gangguan dan ancaman dalam melakukan pekerjaannya, dimana sedikitnya ada 18 jurnalis asing yang terpaksa angkat kaki dari China pada tahun lalu.

"Uni Eropa meminta China untuk mematuhi kewajiban di bawah undang-undang nasional dan internasional serta memastikan adanya kebebasan berpendapat dan kebebasan pers, yang sesuai dengan undang-undang dasar RRC dan deklarasi universal hak asasi manusia," tandasnya.

Rusia Ingatkan Nato untuk Tak Terjunkan Pasukan ke Ukraina

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia