logo


Lukas Enembe Dideportasi Pemerintah Papua Nugini, PKS: Buat Indonesia Tak Nyaman

Lukas Enambe mengakui bahwa dirinya pergi ke Papua Nugini secara ilegal yakni dengan menggunakan ojek melalui jalur darat untuk menjalani terapi saraf kaki.

3 April 2021 06:45 WIB

Lukas Enembe
Lukas Enembe Kompas.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Gubernur Papua Lukas Enembe dideportasi oleh pemerintah Papua Nugini karena melakukan perjalanan tanpa membawa dokumen. Lukas Enembe mengakui bahwa dirinya pergi ke Papua Nugini secara ilegal yakni dengan menggunakan ojek melalui jalur darat untuk menjalani terapi saraf kaki.

Menanggapi kejadian tersebut, politikus Partai Keadilan Sejahera (PKS) Mardani Ali Sera menyayangkan tindakan Gubernur Lukas Enembe yang menurutnya telah membuat Indonesia tidak nyaman.

"Pertama tentu disayangkan kejadian ini. Gubernur adalah simbol tertinggi daerah. Semua mesti legal dan menjadi contoh. Kejadian ini bisa membuat Indonesia tidak nyaman," kata Mardani seperti dilansir detikcom, Jumat (2/4/2021).


Pemerintah Impor Garam, PKS: Jangan Impor Terus Pak!

Mardani mengatakan kejadian tersebut bisa diambil pelajaran sehingga kedepannya tidak terulang kembali. Terkait sanksi yang diberikan kepada Lukas Enembe, Mardani menyerahkan sepenuhnya kepada Kementerian Dalam Negeri.

"Tapi apapun, ini bisa diambil pelajaran untuk menertibkan dan membuat aturan yang memudahkan bagi warga kedua negara untuk saling berhubungan. Terkait sanksi Kementerian Dalam Negeri yang berhak memutuskan," tuturnya.

Meski demikian, ia mengatakan bahwa tingkat kedaruratan kesehatan Lukas Enembe perlu diperhatikan dalam memberikan sanksi. Ia pun mendoakan agar Lukas Enembe segera diberi kesehatan.

"Mendoakan pak gubernur segera sehat dan kejadian ini dijadikan pelajaran untuk ke depannya," tuturnya.

Gibran Didukung Maju Pilgub DKI, PKS: Politik Dinasti Bukan Sesuatu yang Layak Dikembangkan

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati