logo


Bukan Pihaknya, Demokrat Sebut Kubu Moeldoko yang Harusnya Minta Maaf ke Jokowi

Herzaki menyebut kubu Moeldoko telah membuat kebisingan ruang publik dengan narasi kebohongan

3 April 2021 06:15 WIB

Herzaky Mahendra Putra
Herzaky Mahendra Putra Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Juru Bicara Partai Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB), Muhammad Rahmad mendesak agar Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta maaf ke Presiden Jokowi. Ia mengatakan bahwa penolakan hasil KLB membuktikan bahwa pemerintah tidak pernah mengintervensi konflik Partai Demorat. Namun, kata Rahmad, kubu AHY telah membuat fitnah dengan menyeret nama Jokowi.

Sementara itu, Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra mengatakan bahwa kubu Moeldoko lah yang seharusnya meminta maaf ke Jokowi beserta rakyat Indonesia. Pasalnya, kubu Moeldoko telah mempertontonkan tindakan tidak taat hukum.

"Gerombolan Moeldoko yang harus minta maaf kepada rakyat dan Presiden. Mereka mesti minta maaf kepada rakyat, karena dua hal," kata Herzaky Mahendra Putra, dalam keterangannya, Jumat (2/4/2021).


Diancam Saat Mundur dari Kubu Moeldoko, Razman Arif: Saya Tidak Takut, Saya Bukan Pecundang

Herzaki menyebut kubu Moeldoko telah membuat kebisingan ruang publik dengan narasi kebohongan. Selain itu, ia menyebut tidak ada nilai demokrasi yang bisa dicontoh dari kubu Moeldoko.

"Sudah membuat bising ruang publik dengan narasi-narasi bohong dan fitnahnya. Tidak ada nilai positif yang bisa diambil dari perilaku gerombolan Moeldoko selama dua bulan ini. Tidak ada nilai-nilai demokrasi yang bisa diteladani," ujarnya.

"Mereka hanya membuat para pejabat negara, pelayan masyarakat, di Kementerian Hukum dan HAM menghabiskan energi, waktu, dan keahlian mereka untuk hal yang sia-sia. Sudah jelas sejak awal kalau KLB ilegal Sibolangit ini tidak sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku maupun aturan internal Partai Demokrat yang sudah disahkan oleh Negara," pungkasnya.

Razman Arif Tuding Nazaruddin Beban Partai, Kubu Moeldoko: Nggak Usah Cari Kambing Hitam!

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati