logo


Meski Tangki Balongan Terbakar, Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan LPG Di Jabar, DKI, Banten Aman

Pertamina sebut rata-rata ketahanan stok BBM di Fuel Terminal di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten masih mencapai lebih dari 20 hari.

3 April 2021 04:15 WIB

Pertamina pastikan pasokan BBM dan LPG di Jabar, DKI, Banten aman
Pertamina pastikan pasokan BBM dan LPG di Jabar, DKI, Banten aman Pertamina

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan memastikan operasional pemenuhan kebutuhan energi masyarakat serta stok BBM, LPG, dan avtur untuk wilayah Jawa Bagian Barat tetap aman. Ia mengatakan, saat ini rata-rata ketahanan stok BBM di Fuel Terminal di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten masih mencapai lebih dari 20 hari.

“Stok BBM di terminal bahan bakar minyak kami pastikan aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Pertamina juga telah menyiapkan strategi penyaluran apabila sewaktu-waktu diperlukan tambahan pasokan. Kami tetap memberikan pelayanan untuk kebutuhan energi masyarakat dengan senantiasa mengedepankan kondisi kesehatan para pejuang energi di lini terdepan,” kata Eko Kristiawan, dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (2/4/2021.

Eko menjelaskan, sebagian besar pasokan BBM dan LPG di wilayah Jawa Bagian Barat disalurkan dari kilang atau Refinery Unit (RU) VI Balongan dan Refinery Unit (RU) IV Cilacap, melalui dua Integrated Terminal (Terminal BBM & LPG), 5 Fuel Terminal dan 2 LPG Terminal.


Gandeng Dinkes dan Puskesmas, Pertamina Vaksin Ribuan Pekerja

Sebaran terminal BBM dan LPG di wilayah DKI Jakarta berada di Integrated Terminal Jakarta Grup. Untuk di wilayah Banten berada di Fuel Terminal Tanjung Gerem dan LPG Terminal Tanjung Sekong. Sedangkan untuk di wilayah Jawa Barat berada di Fuel Terminal Ujung Berung, Fuel Terminal Cikampek, Fuel Terminal Padalarang, Fuel Terminal Tasikmalaya, Integrated Terminal Balongan, dan Fasilitas LPG Cirebon.

Terkait avtur, Eko menjelaskan, Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Soekarno Hatta saat ini di suplai dari RU II Dumai dan RU IV Cilacap. Sedangkan untuk suplai avtur untuk DPPU lainnya di wilayah Jawa Bagian Barat seperti DPPU Halim Perdanakusuma, DPPU Pondok Cabe, DPPU Kertajati Majalengka dan DPPU Husein Satranegara di suplai dari Soekarno Hatta.

“Kami juga sangat prihatin dengan kejadian di salah satu unit operasi Pertamina yaitu Refinery Unit VI Balongan, namun pasokan BBM dan LPG di wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta serta Banten kami pastikan aman dan terdistribusi lancar hingga hari ini,” ungkapnya.

Eko mengatakan, saat ini konsumsi BBM di wilayah Jawa Bagian Barat masih dibawah kondisi normal sebagai dampak PSBB dan WFH. Pada bulan Maret 2021 konsumsi produk Gasoline (Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo) turun sebesar 12% dan Gasoil (Dexlite dan Pertamina Dex) terkoreksi 10%. Sebaliknya dengan LPG, produk Elpiji 3 Kg naik sebesar 1% dan Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg naik 29% dikarenakan mayoritas penduduk masih menjalankan aktifitas WFH.

“Kami juga menghimbau masyarakat yang tergolong mampu menggunakan LPG non subsidi seperti Bright Gas 5,5 Kg, Bright Gas 12 kg, dan Elpiji 12 Kg. Sehingga penggunaaan LPG 3 Kg benar-benar tepat sasaran,” tambah Eko.

Lebih lanjut, Eko mengatakan bahwa  konsumen setia MyPertamina dan Pertamina Delivery Service (PDS) kembali dapat menikmati harga hemat pembelian Pertamax Series dan Dex Series sebesar Rp 300/liter dan dengan PDS tukar tabung LPG 3 Kg ke Bright Gas bisa hemat hingga Rp 135.000. Promo tersebut berlaku mulai tanggal 1 hingga 30 April 2021 dan berlaku secara nasional untuk seluruh pengguna MyPertamina dan pemesanan melalui PDS.



Kilang Balongan Kembali Membara, Ahok Ungkap Penyebabnya

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati