logo


Mantan Menlu AS Menyesal Tak Bisa Bujuk Kim Jong un Singkirkan Senjata Nuklirnya

Mike Pompeo, mantan menteri luar negeri AS, mengaku sangat menyesal karena tidak dapat membuat Kim Jong un menghentikan program pengembangan senjata nuklir Korea Utara

2 April 2021 08:52 WIB

Mantan Menlu AS era Donald Trump, Mike Pompeo
Mantan Menlu AS era Donald Trump, Mike Pompeo istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengatakan bahwa dirinya sangat menyesal karena pemerintahan Donald Trump gagal membujuk pemimpin Korea Utara Kim Jong un menghentikan program nuklirnya.

"Saya menyesal bahwa kami tidak dapat membuat progres," kata Pompeo dalam sebuah wawancara, dikutip Sputniknews.

"Kami sudah meyakinkannya (Kim Jong Un) untuk tidak melakukan uji coba nuklir dan peluncuran rudal jarak jauh, tapi kami tidak mampu membuat dirinya menghentikan program nuklir (Korea Utara)," tambahnya.


Brazil Kekurangan Lahan untuk Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19, Makam Tua Dibongkar

Pompeo sendiri diketahui sudah pernah bertemu dengan Kim Jong un saat dirinya menjabat sebagai Direktur CIA pada April 2018. Menurut media, pertemuan tersebut menghasilkan sebuah perubahan yang signifikan dalam kebijakan luar negeri AS terhadap Korea Utara.

Pompeo mengatakan bahwa dirinya beberapa kali berkunjung ke Pyongyang untuk meredakan ketegangan dalam hubungan AS-Korut usai Donald Trump mengancam akan menyerang Korea Utara jika Pyongyang tidak merubah pendekatan kebijakan mereka yang "mengancam" Amerika Serikat.

"Kami sudah berusaha menurunkan tensi dan menciptakan sebuah situasi dimana kita dapat menggelar diskusi yang rasional," kata Pompeo.

Namun, pada pembicaraan antara Trump dan Kim Jong-un yang digelar di Hanoi pada 2019, kedua pemimpin gagal membuat kesepakatan konkret, serta serangkaian pembicaraan di tingkat yang lebih rendah juga gagal membuahkan hasil.

Donald Trump bahkan mengatakan bahwa AS tidak akan pernah mencabut sanksi ekonomi yang dijatuhkan atas Korea Utara hingga Kim Jong un bersedia menyingkirkan semua senjata nuklirnya.

 

Pembangunan Nord Stream 2 Hadapi Banyak Gangguan dari Kapal Asing

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia