logo


Brazil Kekurangan Lahan untuk Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19, Makam Tua Dibongkar

Meningkatnya jumlah kematian akibat infeksi Covid-19 membuat Sao Paulo terpaksa membongkar sejumlah makam tua untuk dijadikan lokasi kuburan bagi jenazah pasien Covid-19

2 April 2021 07:19 WIB

seorang petugas sedang membongkar makam tua di Sao Paulo untuk dijadikan lokasi kuburan bagi jenazah pasien Covid-19
seorang petugas sedang membongkar makam tua di Sao Paulo untuk dijadikan lokasi kuburan bagi jenazah pasien Covid-19 CNA

SAO PAULO, JITUNEWS.COM - Sao Paulo, salah satu kota terbesar di Brazil pada Kamis (1/4) dilaporkan tengah menghadapi kekurangan lahan untuk menguburkan jenazah pasien Covid-19 usai meningkatnya jumlah kasus kematian akibat wabah tersebut pada pekan ini.

Petugas tempat pemakaman Vila Nova Cachoeirinha yang berlokasi di sebelah utara Sao Paulo, bahkan terpaksa membongkar makam-makam tua dan merelokasi jenazah yang sudah lama dikuburkan di tempat itu ke lokasi lain. Makam-makam lama yang mereka bongkar tersebut akan digunakan untuk mengubur jenazah pasien Covid-19.

Pada Kamis (1/4), Kementerian Kesehatan Brazil melaporkan 3.769 kasus kematian akibat Covid-19.


Otoritas Mesir Minta Perusahaan Kargo Ever Given Bayar Kompensasi $1 Miliar

Sebelumnya, pada Selasa lalu pemerintah Bolivia dan Chile mengumumkan bahwa mereka akan menutup wilayah perbatasan dengan Brazil usai khawatir dengan penyebaran varian baru Covid-19 yang terdeteksi di negara tetangganya tersebut.

Institut kesehatan Brazil Butantan pada Senin awal pekan ini mengatakan bahwa mereka telah mendeteksi sebuah varian baru Covid-19 yang mirip dengan varian yang sebelumnya muncul di Afrika Selatan. Varian baru virus Sars-Cov-2 tersebut diyakini dapat menurunkan efektivitas vaksin dan lebih mudah menyebar.

"Apa yang tengah terjadi di Brazil adalah sebuah ancaman global," kata Menkes Chile Jose Miguel Bernucci.

Selain menutup wilayah perbatasan dengan Brazil, Chile juga memperketat aturan lockdown guna mencegah penyebaran wabah Covid-19.

"Menutup wilayah perbatasan dengan Brazil tidak akan banyak membantu kami terlebih dengan varian baru (virus Covid-19) yang sudah ada disini," tambahnya.

Badan Kesehatan Dunia pada Kamis (1/4) juga mengatakan bahwa sistem layanan kesehatan di Brazil saat ini berada di dalam kondisi yang mengkhawatirkan dimana fasilitas ruang perawatan intensif di negara tersebut hampir terisi penuh.

"Ada situasi yang sangat serius yang saat ini sedang terjadi di Brazil, dimana kita memiliki beberapa negara bagian yang berada dalam kondisi kritis," kata pakar WHO Maria van Kerkhove.

Inggris Beri Sanksi Perusahaan yang Sediakan Dana untuk Militer Myanmar

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia