logo


Inggris Beri Sanksi Perusahaan yang Sediakan Dana untuk Militer Myanmar

Pemerintah Inggris menjatuhkan sanksi terhadap salah satu perusahaan yang selama ini menjadi penyedia aliran dana bagi junta militer Myanmar

2 April 2021 06:38 WIB

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab
Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab business insider

LONDON, JITUNEWS.COM - Pemerintah Inggris pada Kamis (1/4) menjatuhkan sanksi terhadap Korporasi Ekonomi Myanmar (MEC), sebuah perusahaan yang memiliki kedekatan dengan junta militer. Sanksi dijatuhkan usai militer Myanmar tidak menghentikan tindak kekerasan mereka sehingga lebih banyak warga sipil menjadi korban tewas, termasuk anak-anak.

Inggris meyakini jika MEC selama ini terlibat dalam tindak pelanggaran HAM dengan menjadi salah satu pihak penyedia anggaran junta militer Myanmar.

"Militer Myanmar telah tenggelam dalam titik yang sangat rendah dengan aksi pembunuhan yang mereka lakukan terhadap warga sipil yang tidak bersalah," kata Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab, dikutip CNA.


WHO Keluhkan Program Vaksinasi Covid-19 Eropa yang Sangat Lambat

"Tindakan terbaru Inggris ini mengincar salah satu penyedia aliran dana bagi pihak militer dan menjatuhkan tekanan yang lebih lanjut bagi mereka atas tindak pelanggaran HAM yang mereka lakukan," tambahnya.

Menurut data yang dihimpun oleh Yayasan bantuan untuk tahanan politik (AAPP), sedikitnya 538 warga sipil Myanmar telah tewas sejak pihak militer mengambil alih pemerintahan melalui kudeta pada 1 Februari lalu.

Keputusan pemerintah Inggris tersebut disambut baik oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken, yang sebelumnya meminta perusahaan internasional untuk memutuskan hubungan bisnis dengan perusahaan-perusahaan yang mendukung militer Myanmar.

"Para pemimpin junta militer harus menghentikan tindak kekerasan terhadap warga sipil Myanmar dan mengembalikan demokrasi," kata Blinken.

Otoritas Mesir Minta Perusahaan Kargo Ever Given Bayar Kompensasi $1 Miliar

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia