logo


Otoritas Mesir Minta Perusahaan Kargo Ever Given Bayar Kompensasi $1 Miliar

Otoritas Mesir mengancam akan menahan kapal kargo yang sebelumnya terjebak di terusan Suez, jika pihak perusahaan tidak membayarkan kompensasi sebesar $1 miliar

2 April 2021 06:02 WIB

Kapal kargo yang terjebak di Terusan Suez
Kapal kargo yang terjebak di Terusan Suez Al Jazeera

KAIRO, JITUNEWS.COM - Otoritas terusan Suez kemungkinan akan meminta kompensasi dari perusahaan pemilik salah satu kapal kargo terbesar yang terjebak di kanal tersebut pada pekan lalu, Ever Given, hingga $1 miliar atas sejumlah kerusakan yang ditimbulkan akibat proses penyelamatan kapal tersebut.

"Kami akan meminta kompensasi hingga satu miliar dolar," kata Osama Rabie, kepala otoritas terusan Suez, dikutip CNBC.

Rabie mengatakan bahwa nominal kompensasi tersebut diambil berdasarkan total kerugian yang dialami oleh pihak pengelola dan biaya peralatan serta 800 tim penyelamat yang ikut dikerahkan dalam proses evakuasi kapal yang terjebak tersebut.


Presiden Ukraina Tuding Rusia Ingin Tingkatkan Tensi di Wilayah Perbatasan

"Kami sudah menyelamatkan mereka dengan membebaskan kapal tersebut tanpa kerusakan yang berarti," tambahnya.

"Seluruh kapal bisa saja tidak selamat," lanjutnya.

Kapal kargo dengan berat total 200 ribu ton tersebut berhasil dievakuasi pada Senin awal pekan ini, setelah selama satu pekan terjebak di terusan Suez. Insiden tersebut membuat kanal yang menghubungkan Laut Merah dan Laut Mediterania terblokir sehingga mengganggu rantai pengiriman kargo antara wilayah Eropa dan Asia.

Rabie mengatakan bahwa dirinya berharap kesepakatan mengenai pembayaran kompensasi tersebut dapat dilakukan dalam waktu dekat. Ia juga memperingatkan jika pihak perusahaan tidak membayar kompensasi tersebut, maka kapal kargo tersebut akan tetap mereka tahan.

"Kita dapat membuat kesepakatan terkait kompensasi tersebut atau pergi ke pengadilan," katanya.

"Jika mereka memutuskan untuk memilih pergi ke pengadilan, maka kapal tersebut akan kami tahan," tukasnya.

WHO Keluhkan Program Vaksinasi Covid-19 Eropa yang Sangat Lambat

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×