logo


Menhan AS Kembali Desak Turki Tak Gunakan Sistem Pertahanan Buatan Rusia S-400

Dalam siaran persnya, Pentagon mengatakan bahwa Menhan AS Austin Lloyd telah melakukan percakapan melalui sambungan telepon dengan Menhan Turki terkait sistem pertahanan buatan Rusia, S-400

2 April 2021 04:52 WIB

Sistem Rudal S-400
Sistem Rudal S-400 istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Austin Lloyd dilaporkan telah melakukan pembicaraan dengan Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar dan mendesak pemerintah Turki untuk tidak melanjutkan penggunaan sistem pertahanan rudal buatan Rusia, S-400. Hal itu disampaikan oleh Kementerian Pertahanan AS dalam siaran persnya pada Kamis (1/4).

"Menteri Austin dan menteri Akar membahas mengenai ketidakstabilan di wilayah NATO sayap timur dan selatan, termasuk tantangan dari Rusia," kata siaran pers tersebut.

"Menteri Austin mencatat pentingnya memperkuat kerjasama militer AS-Turki dan mendesak Turki untuk tidak melanjutkan (pembelian) sistem pertahanan rudal S-400," tambahnya.


Ratusan Kapal China Masih Belum Beranjak dari dalam Wilayah Teritori Filipina

Pentagon menambahkan bahwa kedua menteri pertahanan tersebut juga membahas mengenai perkembangan upaya penurunan tensi di kawasan Mediterania Timur, antara Turki dan Yunani, mengenai sengketa wilayah teritorial kedua negara anggota NATO tersebut.

Seperti diketahui, pembelian S-400 yang dilakukan oleh Turki telah membuat hubungan bilateral Washington-Ankara berada di dalam ketegangan sejak Juli 2019 lalu. Amerika Serikat mengklaim jika sistem pertahanan buatan Rusia tersebut tidak akan cocok dengan sistem pertahanan yang digunakan oleh NATO dan dapat memberikan akses bagi Rusia terhadap informasi sensitif militer Turki.

Puncak ketegangan hubungan kedua negara anggota NATO tersebut terjadi pada Desember 2020 saat AS akhirnya menjatuhkan sanksi terhadap Turki yang menolak untuk membatalkan pembelian S-400 dari Rusia.

Juru bicara pemerintah Turki sebelumnya juga mengatakan bahwa pihaknya akan tetap melanjutkan pembelian dan penggunaan sistem pertahanan S-400 dan menegaskan bahwa mereka tidak perlu meminta ijin dari AS untuk hal tersebut.

Jepang Hentikan Program Bantuan untuk Myanmar

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×