logo


Moeldoko Didesak Mundur dari KSP, Ngabalin: Bukan Anak-anak

Ngabalin meminta semua pihak untuk tidak mengaitkan masalah Demokrat dengan jabatan Moeldoko sebagai Kepala KSP

1 April 2021 14:15 WIB

Ali Ngabalin
Ali Ngabalin Tempo.co

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Moeldoko didesak mundur dari jabatannya sebagai Kepala Kantor Staf Presiden (KSP). Tenaga Ahli KSP Ali Mochtar Ngabalin meminta semua pihak untuk tidak mengaitkan masalah Demokrat dengan jabatan Moeldoko sebagai Kepala KSP.

"Saya mau bilang supaya berhentilah menyebut KSP Moeldoko, KSP Moeldoko, harus berhenti Pak SBY maupun siapa pun Demokrat itu harus berhenti, karena tidak ada kewenangan untuk bisa menyebutkan KSP Moeldoko itu," kata Ngabalin kepada wartawan, Kamis (1/4).

"Sekali lagi, karena pasti sebagai orang dari KSP lama-lama kita bisa melakukan perlawanan, jangan menyebut KSP Moeldoko, KSP Moeldoko, tidak ada hubungannya KSP dengan Pak Moeldoko," lanjutnya.


Partai Demokrat Sebut Moeldoko Harusnya Pilih Jalan Terhormat dan Tak Jadi Beban Pemerintah

Ngabalin mempersilakan semua pihak untuk mengeluarkan pendapat. Menurutnya, keputusan mengundurkan diri merupakan keputusan pribadi.

"Siapa saja boleh berteriak, dia mau minta Pak Moeldoko mundur, dia mau bilang kepada presiden memberhentikan Pak Moeldoko terserah dia, tapi ingat budaya kita ini jangan dipakai budaya pengecut, nggak usah pengecut. Tidak boleh membiasakan diri desak mendesak itu nggak boleh, karena ini kan prosesnya nyata terbuka dan transparan," ujarnya.

Ngabalin mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo memiliki aturan terkait pemberhentian jajarannya.

"Ini biarlah nanti presiden yang memberikan penilaian, dan presiden kan punya regulasi mengangkat dan memberhentikan para pembantu beliau, begitu juga Pak Moeldoko nggak usah didesak-desak, Pak Moeldoko itu bukan anak-anak, karena itulah maka biarlah nanti beliau (presiden) yang ini," tuturnya.

Syarief Hasan: Moeldoko Cs Harus Membubarkan Diri

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata
 
×
×