logo


Cuan Terus, Penjualan Huawei Masih Meningkat Meski Sanksi AS Belum Dicabut

Huawei menyakatan bahwa penjualan mereka masih meningkat hingga 3,8 persen di tahun 2020 lalu meski terjerat sanksi dari pemerintah AS

31 Maret 2021 20:15 WIB

Huawei
Huawei Metro

BEIJING, JITUNEWS.COM - Raksasa teknologi China, Huawei, pada Rabu (31/3) menyatakan bahwa penjualan perangkat elektronik mereka selama tahun 2020 lalu mengalami peningkatan meski mereka terbelenggu sanksi dari Amerika Serikat.

Perusahaan tersebut mengatakan bahwa penjualan perangkat jaringan, smartphone, dan produk elektronik lain buatan mereka masih meningkat hingga 3,8 persen, dimana keuntungan yang mereka raup sepanjang tahun 2020 lalu mencapai $9,8 miliar. Meski demikian, angka tersebut masih lebih rendah sekitar 5,6 persen jika dibanding dengan tahun 2019 lalu.

"Kami sudah mencoba bertahan dengan sangat kuat dalam menghadapi kesulitan," kata Ken Hu, salah satu petinggi Huawei dalam sebuah pernyataan tertulis dikutip Sputniknews.


Rusia Sebut Ukraina Provokasi Perang dengan Kelompok Separatis Pro-Moskow

Ia menjelaskan bahwa capaian tersebut masih jauh dari target penjualan Huawei, terlebih dengan menurunnya pendapatan pada penjualan smartphone mereka yang sudah tidak mendapat dukungan dari Google.

"Karena sanksi yang tidak adil yang dijatuhkan oleh AS, pendapatan bisnis telepon genggam kami mengalami penurunan," tambahnya.

Pada pertengahan Maret lalu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian sudah mengeluarkan peringatan kepada Washington untuk tidak menjatuhkan tekanan kepada perusahaan-perusahaan AS yang ingin berbisnis dengan Huawei, dimana tekanan tersebut hanya akan mengganggu pertukaran teknologi dan perdagangan kedua negara, dan mengganggu rantai pasokan global.

"AS harus segera menghentikan penindasan mereka terhadap perusahaan China dan memperlakukan perusahaan China dengan cara yang adil dan tidak diskriminatif," kata Zhao.

Jadi Mata-mata, Dua Diplomat Rusia Diusir dari Italia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×