logo


Terlibat Penyelundupan Narkoba ke AS, Adik Presiden Honduras Dihukum Seumur Hidup

Tony Hernandez dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh pengadilan tinggi New York karena terbukti bersalah menyelundupkan 185 ton kokain ke AS

31 Maret 2021 17:55 WIB

Tony Hernandez
Tony Hernandez istimewa

NEW YORK, JITUNEWS.COM - Pengadilan Tinggi Negara Bagian New York telah menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Tony Hernandez, adik dari Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez, usai terbukti bersalah karena terlibat dalam jaringan penjualan narkoba internasional.

Mantan anggota parlemen Honduras tersebut sudah ditangkap oleh pemerintah AS pada 2018 karena melakukan penyelundupan 185 ribu kilogram kokain dan kepemilikan senjata ilegal.

Meski Hernandez berulang kali membantah bahwa dirinya terlibat dalam peredaran narkotika tersebut, namun ia juga dinyatakan bersalah dalam empat kasus lain, diantaranya penggunaan dan membawa senjata mesin ke AS, dan membuat pernyataan palsu kepada agen federal AS di tahun 2019 lalu.


Jalur Kargo Laut Diprediksi Kembali Normal pada Kuartal Ketiga

Dalam sebuah siaran pers yang dirilis oleh Kementerian Hukum AS, Hernandez mulai terlibat dalam peredaran narkoba sejak tahun 2004 dimana ia menyediakan informasi sensitif mengenai militer kepada sejumlah bandar narkoba di Honduras. Kemudian saat dirinya terpilih menjadi anggota parlemen, Hernandez juga melakukan penjualan obat-obatan terlarang dalam jumlah besar untuk membiayai kampanye politiknya.

“Memanfaatkan posisi tingkat tinggi di pemerintahan dan menggunakan kekuasaan negara untuk mendukung perdagangan narkoba sama jahatnya dengan yang terjadi,” kata Wendy Woolcook, seorang anggota agen spesial federal AS yang terlibat dalam investigasi kasus Hernandez dalam pernyataan tertulisnya.

"Hukuman yang dijatuhkan kepada Tony Hernandez adalah pengingat bahwa tidak ada posisi yang cukup kuat untuk melindungi Anda dari kejaran hukum ketika Anda melanggar undang-undang narkoba AS dengan mengirimkan berton-ton kokain ke negara kami,” tambahnya.

Rusia, Jerman dan Perancis Bahas Kemungkinan Penggunaan Vaksin Sputnik V di Eropa

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia