logo


AS Minta WHO Gelar Penelitian Covid-19 Lagi di China

AS dan 13 negara lain meminta agar WHO melakukan kembali proses investigasi soal Covid-19 karena laporan yang penelitian sebelumnya telah gagal mengungkap sumber atau asal usul virus yang menyebabkan pandemi.

31 Maret 2021 16:15 WIB

WHO
WHO istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Pemerintah Amerika Serikat pada Selasa (30/3) mendesak Badan Kesehatan Dunia (WHo) untuk kembali menggelar investigasi lanjutan guna mengungkap sumber atau asal usul virus Sars-Cov-2 penyebab Covid-19. Permintaan tersebut dibuat karena laporan penelitian yang dilakukan oleh tim WHO pada Januari-Februari lalu gagal memenuhi ekspektasi AS dan negara aliansi.

"Ada tahap kedua dalam proses (penelitian) ini yang kami yakin harus dipimpin oleh pakar internasional yang independen. Mereka harus mendapatkan akses terhadap data secara bebas. Mereka harus dapat mengajukan pertanyaan kepada orang-orang di lapangan," kata juru bicara Gedung Putih Jens Psaki dalam sebuah konferensi pers, dikutip Reuters.

Sementara itu, sedikitnya 14 negara, diantaranya AS, Australia, Kanada, Reoublik Ceko, Denmark, Estonia, dan Israel mengatakan bahwa mereka mendukung upaya penelitian yang dilakukan oleh WHO yang bertujuan untuk mengungkap asal usul virus Covid-19 ke kota Wuhan, China. Seperti diketahui, Wuhan merupakan kota pertama yang melaporkan kasus infeksi Covid-19.


Menlu AS Tuding China Coba Rusak Tatanan Dunia

Meski demikian, sejumlah negara tersebut menyampaikan kekhawatiran mereka jika proses investigasi yang dilakukan oleh WHO tersebut mendapat halangan dari China mengingat adanya keterlambatan serta kurangnya akses bagi peneliti untuk mendapatkan data dan sampel.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus juga berharap agar penelitian tersebut untuk dilanjutkan guna mendapatkan kesimpulan yang lebih kuat.

"Meski tim peneliti telah menyimpulkan bahwa teori kebocoran laboratorium adalah hipotesis semata, hal ini tentu memerlukan investigasi yang lebih lanjut, kemungkinan dengan penelitian tambahan yang melibatkan pakar spesialis, yang mana saya siap untuk menerjunkannya," kata Tedros.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri China menegaskan bahwa pihaknya selama ini sudah bersikap "terbuka, transparan dan bertanggung jawab" terkait penyebaran wabah Covid-19.

Situasi Semakin Mencekam, AS Perintahkan Semua Staf Pemerintahannya Keluar dari Myanmar

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia