logo


Pelaku Bom Bunuh Diri Tinggalkan Surat Wasiat, Golkar: Cerminkan Cara Pandang Keagamaan Ekstremistis

Menurutnya, pelaku berkeyakinan bahwa dengan bunuh diri di depan gereja akan membawa ke surga.

31 Maret 2021 12:17 WIB

Waksekjen Golkar Ace Hasan Syadzily
Waksekjen Golkar Ace Hasan Syadzily Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Golkar, Ace Hasan Syadzily, menilai pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar keliru dalam memahami ajaran agama.

"Saya kira jelas bahwa pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar ini sadar dengan apa yang dilakukannya. Tindakan yang dilakukannya merupakan pilihan ideologis atas dasar pemahaman keagamaan yang keliru," kata Ace Hasan kepada wartawan, Rabu (31/3).

Menurutnya, pelaku berkeyakinan bahwa dengan bunuh diri di depan gereja akan membawa ke surga.


Politisi PDIP: Teroris Paling Bodoh Adanya di Indonesia

"Dia berkeyakinan dengan bunuh diri di depan gereja itu akan membawanya ke surga. Pandangan ini jelas sekali sangat keliru," ucapnya.

Ace mengatakan bahwa Islam tidak mengajarkan untuk bunuh diri dalam perjuangan.

"Islam tidak mengajarkan kita untuk bunuh diri dalam perjuangan. Jihad bukan dengan cara-cara seperti itu," ujarnya.

Pelaku juga meninggalkan surat wasiat untuk keluarganya sebelum melakukan bom bunuh diri. Menurut Ace, polisi bisa menelusuri dari mana pelaku mendapatkan ajaran seperti itu.

"Oleh karena itu, dari surat wasiat ini jelas mencerminkan cara pandang keagamaan ekstremistis. Pihak kepolisian dapat menelusuri dari mana pengetahuan keagamaan pelaku bom ini didapatkan," imbuhnya.

Anggota ISIS Asal Indonesia Tak Dipulangkan, Ferdinand: Biarkan Mereka Mati di Sana

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata