logo


Kecam Aksi Bom Bunuh Diri sebagai Bulan Madu, Kepala BNPT: Diluar Akal Sehat dan Jauh dari Nilai Agama

Komjen Boy Rafli Amar mengatakan bahwa pasutri pelaku bom bunuh diri merupakan anggota baru di jaringan JAD

31 Maret 2021 09:35 WIB

Kepala BNPT Irjen Pol. Boy Rafli Amar
Kepala BNPT Irjen Pol. Boy Rafli Amar ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kelapa Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar mengecam aksi bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar yang dilakukan oleh L dan YSF sebagai bulan madu. Ia menegaskan bahwa bulan madu semacam itu tidak dibenarkan dan jauh dari dari nilai agama.

"Ya tentu bulan madu seperti yang mereka lakukan dengan cara aksi bom bunuh diri itu adalah sesuatu yang dapat dikatakan ada di luar akal sehat, jauh dari nilai-nilai agama," kata Komjen Boy Rafli Amar di lokasi silaturahmi eks napiter dan penyintas kasus terorisme di Bogor, Selasa (30/3/2021) malam.

Ia menjelaskan bahwa bulan madu yang sesuai akal sehat adalah bulan madu yang mensyukuri hidup agar menjadi keluarga yang tenang dan bahagia.


Pakar: Serangan Terorisme yang Dilakukan Keluarga Ini Kekhasan JAD

"Oleh karena itu, bulan madu yang sesuai akal sehat tentunya mensyukuri telah menjadi pasangan hidup, selalu berdoa dan berdoa agar menjadi pasangan sakinah, mawaddah, warahmah bukan sebaliknya, melakukan tindakan sebagaimana yang dilakukan L dan D itu. Itu adalah contoh yang tidak baik," ujarnya.

Lebih lanjut, Komjen Boy Rafli Amar mengatakan bahwa pasutri pelaku bom bunuh diri tersebut merupakan anggota baru di jaringan Jamaah Anshorat Daulah (JAD). Mereka didoktrin oleh para seniornya yang saat ini sudah tertangkap.

"Jaringan mereka dari jaringan Jamaah Anshorut Daulah, tapi orangnya adalah orang-orang baru. Artinya proses rekrutan dari para seniornya yang terdahulu, yang belakangan sudah kita tangkap ya," ucapnya.

Soal Bom di Gereja Makassar, Ade Armando: Mereka Mempersepsikan Diri Melawan Musuh Allah

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati