logo


PBB Perlu Dana $10 Miliar untuk Program Bantuan Kemanusiaan bagi Warga Suriah

PBB mengatakan bahwa pihaknya memerlukan donasi hingga USD 10 miliar untuk membantu warga Suriah dalam menghadapi dampak buruk perang saudara dan situasi wabah Covid-19

30 Maret 2021 16:45 WIB

Kamp pengungsi asal Suriah
Kamp pengungsi asal Suriah istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - PBB mengatakan bahwa diperlukan dana mencapai $10 miliar untuk membantu masyarakat sipil Suriah dalam menghadapi dampak buruk perang saudara ditengah pandemi Covid-19. Hal tersebut disampaikan oleh kepala program bantuan PBB Mark Lowcock dalam konferensi tahunan kelima yang digelar oleh Uni Eropa sebagai bagian dari upaya penggalangan dana bantuan kemanusiaan bagi warga Suriah.

Lowcock mengatakan bahwa dari keseluruhan dana yang diperlukan, $4,2 miliar diantaranya akan digunakan untuk membantu warga yang saat ini berada di dalam wilayah Suriah, sementara sisanya akan digunakan untuk membantu para pengungsi asal Suriah di luar negeri.

"Sudah sepuluh tahun warga Suriah berada di dalam bencana dan keputus-asaan," kata Lowcock dikutip Reuters.


Aktivis HAM Sebut Otoritas Thailand Pukul Mundur Ribuan Pengungsi dari Myanmar

"Kini dengan menurunnya taraf hidup, penurunan ekonomi dan dampak buruk Covid-19 yang meningkatkan wabah kelaparan, malnutrisi dan penyakit. Pertempuran memang sudah berkurang, tapi perdamaian belum tercapai," tambahnya.

Sementara itu, gerakan palang merah internasional juga meminta pihak internasional untuk ikut membantu membangun kembali negara tersebut, khususnya untuk fasilitas kesehatan, sumber air, dan layanan listrik.

"Infrastruktur kami hancur," kata Khaled Hboubati, salah satu anggota komunitas palang merah suriah.

Kepala Komisi Palang Merah Internasionak Peter Maurer juga mendesak para pemimpin dunia untuk mengupayakan perjanjian damai untuk mengakhiri konflik Suriah.

"(Tim bantuan) Kemanusiaan akan berada di sini untuk membantu tapi tanggung jawab utama berada di tangan semua pihak yang terlibat dalam konflik tersebut," katanya.

Korban Tindak Kekerasan Militer Myanmar Meningkat, Aktivis Lancarkan Serangan Sampah

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia