logo


Pakar: Serangan Terorisme yang Dilakukan Keluarga Ini Kekhasan JAD

Bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar dilakukan oleh sepasang suami istri

30 Maret 2021 14:45 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar dilakukan oleh sepasang suami istri. Pakar terorisme dari Universitas Indonesia (UI), Ridlwan Habib, menyebut serangan terorisme yang dilakukan keluarga adalah khas jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

"Serangan terorisme yang dilakukan oleh keluarga atau family bombing ini kekhasan JAD. Yang mereka berbeda dengan JI (Jemaah Islamiyah). JAD membolehkan perempuan dan anak-anak terlibat dalam serangan teror," kata Ridlwan kepada wartawan, Selasa (30/3).

Ridlwan menyebut bahwa dengan melibatkan perempuan dan anak dalam aksi teror adalah kemuliaan bagi mereka.


Ustaz Hasyim Bilang Islam yang Baik Itu Teroris, Teddy PKPI: Kalau Gue Punya Kekuasaan, Sudah Gue Kandangin Orang Ini

"Karena bagi mereka itu sebuah kemuliaan tersendiri. Faktanya sudah banyak. Sebelumnya ada keluarga Dita yang melakukan serangan di Gereja di Surabaya. Ada juga Abu Rara dan istrinya, Abu Rara yang melakukan penusukan Pak Wiranto. Ada juga Ulfah dan Rere yang terbang di Makassar ke Jolo, Filipina," ujarnya.

Menurutnya, JI tidak seperti JAD. Karena perempuan dan anak-anak tidak boleh terlibat.

"Sedangkan dari kelompok JI, melarang keras. Karena itu, kita ingat bom Bali I dan II nggak ada itu perempuan dan anak-anak. Perempuan dan anak-anak di rumah, nggak boleh terlibat," katanya.

Ridlwan menyebut para teroris masih aktif berkegiatan dengan melalui online.

"Mereka memanfaatkan online. Pakai platform media sosial untuk merekrut (anggota baru)," ujarnya.

Soal Teroris, Fahri: Mereka Bom Waktu yang Alat Picu Ledaknya Dikendalikan Orang Lain

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata