logo


PBB Sedang Negosiasi dengan China terkait Investigasi di Xinjiang

Sekjen PBB menegaskan bahwa pihaknya kini tengah melakukan negosiasi dengan Beijing terkait digelarnya investigasi ke wilayah Xinjiang untuk membuktikan klaim adanya pelanggaran HAM terhadap muslim Uighur

29 Maret 2021 20:30 WIB

Kamp di Xinjiang yang diyakini sebagai fasilitas untuk menahan kelompok etnis minoritas Uighur
Kamp di Xinjiang yang diyakini sebagai fasilitas untuk menahan kelompok etnis minoritas Uighur business insider

NEW YORK, JITUNEWS.COM - Sekertaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan bahwa PBB saat ini tengah melakukan negosiasi dengan pemerintah China terkait kunjungan "tanpa ada batasan" ke Xinjiang untuk melihat langsung bagaimana kelompok etnis minoritas yang tinggal di wilayah tersebut diperlakukan. Hal tersebut ia sampaikan dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi Kanada CBC pada Minggu (28/3).

Menurut sejumlah aktivis pembela HAM asal Australia dan Amerika Serikat, setidaknya ada satu juta warga etnis Uighur yang ditahan di sejumlah kamp yang dibangun oleh pemerintah China di Xinjiang. Mereka menuding kelompok minoritas tersebut juga diperlakukan secara tidak manusiawi, termasuk adanya praktek kerja paksa dan sterilisasi.

Pemerintah China sendiri berulang kali menepis tudingan tersebut.


Draft Laporan Peneliti WHO Sebut Covid-19 Tidak Berasal dari Laboratorium

"Sebuah negosiasi serius saat ini tengah berlangsung antara Komisi (HAM) PBB dengan otoritas China," kata Guterres dalam wawancara tersebut.

"Saya harap mereka dapat mencapai sebuah kesepakatan segera untuk memungkinkan adanya kunjungan tanpa batasan (ke Xinjiang)," tambahnya.

Guterres juga mengatakan bahwa pemerintah China sebenarnya juga ingin agar kunjungan atau investigasi tersebut segera dilakukan untuk menepis tudingan negara-negara barat yang telah menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah pejabatnya yang dianggap melakukan pelanggaran HAM.

Aset Dibekukan oleh AS, Venezuela Siap Tukar Minyak dengan Vaksin Covid-19

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia