logo


Kebakaran Kilang Minyak Balongan, LaNyalla: Tidak Lazim

Terbakar dan meledaknya kilang minyak Pertamina RU VI Balongan itu dinilai sebagai peristiwa yang tidak lazim

29 Maret 2021 14:48 WIB

Kebakaran kilang minyak Pertamina di Indramayu
Kebakaran kilang minyak Pertamina di Indramayu Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Kilang minyak milik PT Pertamina RU VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat, meledak dan terbakar pada Senin dini hari (29/3/2021).

Terbakar dan meledaknya kilang minyak Pertamina RU VI Balongan itu dinilai sebagai peristiwa yang tidak lazim oleh Ketua DPD RI AA LaNyalla Mattalitti.

Menurutnya hal itu dikarenakan industri sektor minyak dan gas bumi memiliki risiko tinggi di sektor hulu yakni pada kegiatan pengelolaan dan pengeboran. Sementara di sektor hilir pada kegiatan pemrosesan dan distribusi.


Gedung Kejagung Terbakar, Pigai: Apapun Alasannya Harus Copot Jaksa Agung

"Saya meminta agar peristiwa itu ditangani dengan serius. Apa yang menjadi penyebab kebakaran dan bagaimana standar keamanan dan keselamatan Pertamina. Tentu ini harus dievaluasi," kata LaNyalla, Senin (29/3/2021).

Di sisi lain, mantan Ketua Umum PSSI itu juga menyoroti mengenai Keselamatan dan Kesehatan Lingkungan serta Lindung Lingkungan (LL).

“Industri harus memiliki antisipasi terhadap potensi bahaya (Hazard), kemungkinan risiko (risk) yaitu peluang terjadinya kecelakaan/kerugian pada periode waktu tertentu atau siklus operasi tertentu," tuturnya.

Industri, mantan Ketua Umum Kadin Jawa Timur itu, harus menjamin keamanan lingkungan dan masyarakat dari bahaya yang bisa ditimbulkan dari aktivitas perusahaannya.

"Industri harus memastikan jaminan keamanan masyarakat dan lingkungan dari aktivitas yang dilakukannya," pungkasnya.

Kebakaran Gedung Kejaksaan, Amien Rais Duga Pelakunya 'Orang Dalam' Atas Perintah Mafia Cukong Taipan

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar