logo


Kutuk Aksi Bom Gereja di Makasar, Politisi PDIP: Dampak Buruk Berkembangnya Paham Radikalisme

Dewi mengaku ingin tahu tanggapan dari ustaz yang disebutnya dari golongan ‘kadrun’.

29 Maret 2021 07:30 WIB

Dewi Tanjung
Dewi Tanjung tempo

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Minggu (28/3) sekitar pukul 10.28 WITA, ledakan terjadi di depan gerbang Gereja Hati Yesus Yang Mahakudus atau Katedral, Makassar. Bom itu diduga akibat tindakan bunuh diri sang pelaku.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dewi Tanjung mengecam keras aksi terorisme di tempat ibadah. Menurutnya, terorisme merupakan dampak dari paham radikalisme yang kian merajalela.

“Nyai (Dewi Tanjung-red) mengutuk keras aksi pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar. Inilah dampak buruk dari berkembangnya paham radikalisme menjadikan manusia jadi Teroris Sesat,” cuitnya melalui akun Twitter @DTanjung15, dikutip Senin (29/3).


Gereja Katedral Makassar Dibom, Menko PMK Mengecam Keras Aksi Terorisme di Tempat Ibadah

Dewi mengaku ingin tahu tanggapan dari ustaz yang disebutnya dari golongan ‘kadrun’. Baginya, orang-orang yang disinggungnya itu selalu menebar kebencian kepada umat.

“Nyai pengen tahu apa komentar dari ustaz-ustaz Kadrun yang selama ini suka menyebarkan ujaran kebencian,” tuntasnya.

Diketahui, bom yang diledakkan di depan gerbang Gereja Katedral mengakibatkan dua pelaku tewas dan sejumlah orang mengalami luka-luka.

Berdasarkan laporan Kapolda Sulsel, Irjen Pol Mardisyam, hingga pukul 16.57 WITA, korban luka berat dan luka ringan berjumlah 20 orang. Sebanyak 7 orang telah dirujuk dan dirawat di RS Bhayangkara karena mengalami luka bakar.

Pemboman Gereja di Makassar, Denny Siregar: Kadrun Kelakuannya Ada-ada Aja

Halaman: 
Penulis : Iskandar