logo


Tolak Vaksin AstraZeneca karena Haram, Pengasuh Ponpes di Mojokerto: Yang Sudah Terlanjur Istighfar Saja

Kiai Asep menyarankan agar vaksin AstraZeneca diberikan kepada warga non muslim

27 Maret 2021 15:13 WIB

vaksin Covid-19 AstraZeneca
vaksin Covid-19 AstraZeneca istimewa

MOJOKERTO, JITUNEWS.COM - Pengasuh Pondok Pesatren (Ponpes) Amanatul Ummah di Mojokerto, Jawa Timur KH Asep Saifuddin Chalim secara tegas menolak vaksin AstraZeneca. Ia bersikeras bahwa vaksin AstarZeneca haram karena mengandung tripsin pankreas babi. Ia pun berharap pemerintah tidak lagi memberi vaksin tersebut kepada warga Jawa Timur.

"Saya sangat tidak setuju kalau vaksin AstraZeneca masuk pesantren, atau bahkan masuk Jatim," kata Kiai Asep kepada wartawan di Institut KH Abdul Chalim, Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (27/3/2021).

Kia Asep lantas menyarankan agar pemerintah memberikan vaksin AstraZeneca kepada masyarakat yang mayoritas beragama non muslim. Menurutnya, hal tersebut adalah solusi yang terbaik lantaran pemerintah sudah terlanjur membeli vaksin tersebut.


Kenali Efek Samping Vaksin Covid-19 di SehatQ

"Solusinya agar digunakan di daerah-daerah nonmuslim yang tidak mempermasalahkan tubuhnya kemasukan unsur-unsur babi," terangnya.

Lebih lanjut, ia menyarankan kepada masyarakat muslim yang telah terlanjur disuntik vaksin Astrazeneca agar bertobat kepada Allah. Ia meminta masyarakat muslim bersabar menunggu vaksin yang sudah jelas kehalalannya.

"Harus mendatangkan lagi selain vaksin AstraZeneca. Masih banyak vaksin lain. Menunggu tidak masalah, tiga bulan, setahun tidak akan mati. Bukan darurat kalau seperti itu. (Yang terlanjur divaksin?) Istighfar saja yang banyak," pungkasnya.

Minta Vaksin Dalam Negeri Dipercepat, Sufmi Dasco: Jangan Sampai Kita Jadi Korban Embargo

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati