logo


Kelompok Houthi Kembali Serang Kilang Minyak Milik Arab Saudi

Kelompok pemberontak Yaman, Houthi, mengaku bertanggung jawab atas serangan yang menghantam sejumlah fasilitas milik Arab Saudi pada Kamis (25/3)

26 Maret 2021 18:00 WIB

Kilang minyak milik Aramco yang menjadi salah satu sasaran serangan kelompok pemberontak Yaman, Houthi
Kilang minyak milik Aramco yang menjadi salah satu sasaran serangan kelompok pemberontak Yaman, Houthi istimewa

RIYADH, JITUNEWS.COM - Kelompok pemberontak Yaman, Houthi, mengatakan bahwa mereka telah meluncurkan sejumlah serangan mengincar fasilitas minyak milik perusahaan Aramco dan fasilitas militer Arab Saudi.

Kelompok yang mendapat dukungan dari Iran tersebut pada Jumat (26/3) mengatakan bahwa mereka adalah pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadao pangkalan militer King Abdulaziz di Dammam pada Kamis (25/3) dan fasilitas militer di Najran dan Asir. Houthi juga mengatakan bahwa mereka mengincar fasilitas milik Aramco di Ras Tanura, Rabigh, Yanbu dan Jizan.

Menurut siaran berita Al Arabiya, pasukan angkatan udara Arab Saudi berhasil menghalau serangan rudal balistik yang diluncurkan oleh Houthi ke provinsi Najran.


Kapal Kargo Besar Terjebak di Terusan Suez, Proses Evakuasi Perlu Beberapa Pekan

Setelah pihak Arab Saudi mengusulkan adanya perjanjian gencatan senjata pada awal pekan ini, intensitas serangan kelompok pemberontak Houthi semakin meningkat.

Dalam pernyataan tertulisnya, Kementerian Energi Arab Saudi mengatakan bahwa serangan di Jizan, sekitar 970 kilometer dari Riyadh, telah menghantam sebuah fasilitas distribusi minyak pada Kamis malam.

"Serangan tersebut memicu terjadinya kebakaran di salah satu kilang minyak," demikian pernyataan pemerintah Arab Saudi dikutip Al Jazeera.

"Serangan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa," tambahnya.

Provinsi Jizan sendiri adalah salah satu sumber minyak baru perusahaan energi Aramco. Kilang minyak milik Aramco yang berada di wilayah tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 400 ribu barel per hari.

PM Ethiopia Akhirnya Akui Keterlibatan Pasukan Eritrea dalam Konflik Tigray

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia