logo


AS Bakal Langgar Tenggat Waktu Penarikan Pasukan dari Afghanistan

Presiden AS mengindikasikan bahwa tidak akan ada pasukan AS di Afghanistan pada 2022 mendatang

26 Maret 2021 16:15 WIB

Kendaraan militer pasukan NATO di Afghanistan
Kendaraan militer pasukan NATO di Afghanistan istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Presiden AS Joe Biden memastikan bahwa tidak akan ada satu pun personil pasukan AS yang masih berada di wilayah Afghanistan pada tahun 2022 mendatang. Meski demikian, ia tidak menyebutkan secara pasti kapan pihaknya akan melakukan penarikan pasukan dari negara tersebut mengingat tenggat waktunya semakin dekat.

Untuk diketahui, seluruh dunia saat ini sedang menunggu apakah pemerintah AS akan segera menarik semua pasukan militernya dari Afghanistan sesuai dengan perjanjian antara Donald Trump dengan pihak Taliban pada Februari 2020 lalu.

Dalam perjanjian tersebut, AS berjanji akan menarik 2.500 personil tentara mereka keluar dari Afghanistan paling lambat pada 1 Mei 2021. Sebagai gantinya, kelompok militan Taliban harus menghentikan semua tindak kekerasan mereka dan memutuskan hubungan dengan AL Qaeda. Perjanjian itu sendiri dilakukan untuk mencegah Afghanistan menjadi wilayah saran teroris dan menghentikan konflik yang berlangsung sejak 2001 lalu.


Kamala Harris Dinilai Tak Pantas Tangani Krisis Imigran di Perbatasan AS-Meksiko

"Akan sangat sulit untuk memenuhi tenggat waktu 1 Mei," kata Joe Biden pada Kamis (26/3), dikutip Al Jazeera.

Sebagai alasannya, Joe Biden mengatakan bahwa dirinya harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan aliansi AS lainnya, seperti NATO, yang juga menerjunkan pasukan mereka di Afghanistan.

Joe Biden menjelaskan bahwa semua personil pasukan militer AS dan aliansinya akan keluar dari Afghanistan jika situasi di negara tersebut sudah aman.

"Jika kami pergi, kami akan melakukannya dengan aman dan teratur," lanjutnya.

Sementara itu, kelompok Taliban sudah mengindikasikan bahwa mereka akan terus melanjutkan serangan terhadap pasukan militer asing yang berada di wilayah Afghanistan jika Joe Biden tidak menepati janji yang dibuat oleh Donald Trump tersebut.

 

Perdana Menteri Jepang Ingin Undang Joe Biden Nonton Olimpiade Tokyo

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia