logo


Singgung Kerumunan Jokowi hingga KLB Demokrat, Habib Rizieq: Kenapa Kepolisian dan Kejaksaan Menutup Mata

Habib Rizieq Shihab membandingkan kasus kerumunan yang menjeratnya dengan peristiwa yang ditudingnya sebagai pelanggaran protokol kesehatan

26 Maret 2021 14:00 WIB

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab.
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Habib Rizieq Shihab membandingkan kasus kerumunan yang menjeratnya dengan peristiwa yang ditudingnya sebagai pelanggaran protokol kesehatan oleh Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming, dan Bobby Nasution.

"Kenapa Kepolisian dan Kejaksaan menutup mata dan membiarkan berbagai kerumunan yang dengan sengaja melanggar prokes (protokol kesehatan), tanpa merasa bersalah, apalagi meminta maaf, bahkan dilakukan secara berulang kali. Sudah menjadi rahasia umum yang disaksikan dan diketahui semua lapisan masyarakat bahwa aneka kerumunan dan pelanggaran prokes yang dilakukan secara demonstratif oleh orang-orang dekat Jokowi dibiarkan oleh aparat, bahkan dibenarkan," isi dalam eksepsi dari kuasa hukum Rizieq, Jumat (26/3).

Eksepsi tersebut dibacakan langsung oleh Habib Rizieq dalam persidangan. Rizieq menyebut terjadi kerumunan saat Jokowi melakukan kunjungan di Maumere.


Jelang Sidang Langsung, Ini Pesan Habib Rizieq

"Paling fenomenal, pada tanggal 23 Februari 2021, Presiden Jokowi menggelar kerumunan ribuan massa tanpa prokes, bahkan lempar bingkisan yang sudah direncanakan dan disiapkan sebelumnya, di Maumere, Nusa Tenggara Timur. Alih-alih kerumunan Jokowi dan pelanggaran prokes ini diproses hukum oleh Kepolisian dan Kejaksaan, bahkan masyarakat yang melapor ditolak," kata Rizieq.

"Serta tanpa punya rasa malu Mabes Polri langsung menyatakan tidak ada pelanggaran prokes. Kenapa? Apa karena pelakunya adalah seorang presiden, sehingga boleh suka-suka langgar hukum secara terang-terangan yang disaksikan jutaan rakyat melalui media?" sambungnya.

Rizieq juga menyinggung yang dilakukan anak dan menantu Jokowi saat Pilkada 2020.

"Anak dan menantu Jokowi saat Pilkada 2020 di Solo dan Medan telah melakukan belasan kali pelanggaran prokes, tapi tidak diproses hukum oleh Kepolisian maupun Kejaksaan. Apa karena mereka keluarga presiden sehingga mereka kebal hukum," kata Rizieq.

Tak Terima Dilarang Masuk Ruang Sidang, Kuasa Hukum Rizieq: Ini Bukan Kontestasi Indonesia Idol yang Dipilih Juri

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata
 
×
×