logo


Rencana Impor Beras Banjir Kritikan, KSP Bela: Apabila Kebutuhan Bansos Banyak, Maka Butuh Impor

KSP mengatakan bahwa impor beras dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila produksi beras menurun

26 Maret 2021 07:00 WIB

Beras.
Beras. JITUNEWS/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sejumlah pejabat hingga politisi secara tegas menolak rencana Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi yang hendak megimpor 1 juta ton beras. Mereka menyebut impor beras tidak perlu dilakukan mengingat stok beras dalam negeri masih mencukupi.

Sementara itu, Tenaga Ahli Utama Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dani Amrul Ichdan mengatakan bahwa impor beras akan dilakukan apabila stok beras dibawah target.

"Prinsipnya satu, impor dilakukan jika angka mendesak dalam kerangka cadangan (beras). Kalau saat ini berdasarkan data Kementerian Pertanian dan Bulog masih cukup," kata Dani dalam diskusi di Jakarta seperti dikutip dari Antara, Kamis (25/3).


Gerindra: Wacana Pembubaran Bulog Sarat Kepentingan Politik

Dani mengatakan bahwa impor beras dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila produksi beras menurun. Menurutnya, impor beras dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem produksi, distribusi, dan konsumsi.

"Seandainya target itu tidak tercapai dan stok beras di bawah 1 juta ton, sementara kebutuhan bertambah, seperti kebutuhan untuk bantuan sosial (bansos) kemungkinan semakin banyak, maka dibutuhkan impor," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim bahwa impor beras dilakukan untuk menjaga ketersediaan beras di dalam negeri sehingga harga tetap terkendali.

Kecam Rencana Impor Beras 1 Juta Ton, PDIP: Mendag Harusnya Satu Nafas dengan Jokowi

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati