logo


Minta Maaf Telah Buat Kegaduhan, Demokrat Moeldoko: Itu Karena Narasi AHY-SBY Menyesatkan

Rahmad mengatakan bahwa kegaduhan terjadi karena SBY dan AHY memaksa para kader untuk menandatangani surat-surat pernyataan dengan diberi ancaman pemecatan.

25 Maret 2021 15:30 WIB

Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Instagram

BOGOR, JITUNEWS.COM - Juru Bicara Partai Demokrat kubu Moeldoko, M Rakhmad menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Joko Widodo dan rakyat Indonesia karena telah menimbulkan kegaduhan. Ia mengatakan bahwa kegaduhan tersebut bermula dari narasi Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dinilai menyesatkan.

"SBY dan AHY melalui corong-corong juru bicaranya telah membangun narasi yang menyesatkan, antara lain menuduh pemerintahan Presiden Jokowi atau istana terlibat; menuduh Bapak Moeldoko membeli Partai Demokrat sehingga SBY menyampaikan dalam keterangannya bahwa Partai Demokrat not for sale; menuduh kudeta terhadap Partai yang dilakukan orang luar; dan tuduhan-tuduhan lainnya yang sama sekali tidak berdasar. SBY dan AHY juga telah memainkan playing victim, seakan-akan menjadi pihak yang terzalimi dan mencitrakan diri kepada masyarakat luas bahwa Demokrat dan demokrasi harus diselamatkan," kata M Rakhmad, di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Kamis (25/3/2021).

Rahmad mengatakan bahwa kegaduhan terjadi karena SBY dan AHY memaksa para kader untuk menandatangani surat-surat pernyataan dengan diberi ancaman pemecatan.


Kubu Moeldoko Gelar Acara di Hambalang, Partai Demokrat: Kalau Mau Menang Kuncinya Ikut Aturan

"Pernyataan dan cara-cara yang tidak bertanggung jawab tersebut sungguh telah menimbulkan kegaduhan dan keresahan di tengah-tengah masyarakat, di saat kita dan pemerintahan Bapak Presiden Jokowi sedang bersungguh-sungguh dalam mengatasi pandemi COVID-19 dan sedang berusaha membangun kembali sendi-sendi perekonomian nasional," ujarnya.

Oleh karean itu, ia mewakili Partai Demokrat kubu Moeldoko menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan yang terjadi akhir-akhir ini. Ia mengatakan bahwa kegaduhan tersebut seharusnya tidak terjadi apalagi di saat pemerintah tengah fokus menangani pandemi Covid-19.

"Kami atas nama Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Indonesia dan kepada pemerintahan Bapak Presiden Jokowi atas kegaduhan dan keresahan yang semestinya tidak perlu terjadi," pungkasnya.

Kubu Moeldoko Gelar Acara di Hambalang, Demokrat: Bentuk Frustasi dan Menutupi Rasa Malu

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati