logo


Emmanuel Macron Tuding Turki Bakal Intervensi Pilpres Perancis 2022

Presiden Perancis Emmanuel Macron meminta pemerintah Turki untuk tidak ikut campur dalam pilpres Perancis 2022 mendatang

25 Maret 2021 14:45 WIB

Presiden Perancis Emmanuel Macron
Presiden Perancis Emmanuel Macron Al Jazeera

PARIS, JITUNEWS.COM - Presiden Perancis Emmanuel Macron memperingatkan pemerintah Turki agar tidak mencoba mengintervensi pemilihan umum presiden Perancis yang akan digelar pada tahun 2022 mendatang.

Kepada saluran televisi France 5, Macron mencatat bahwa Presiden Turki Recep Erdogan sebenarnya ingin meningkatkan hubungan kedua negara yang sebelumnya mengalami ketegangan usai terlibat perseteruan dalam sejumlah isu, seperti konflik Libya, Suriah, Nagorno-Karabakh, dan islamophobia.

Macron mengatakan bahwa pihaknya tidak akan berpaling dari Turki dan upaya perbaikan hubungan bilateral akan tetap sulit untuk dilakukan kecuali Ankara telah merubah sikap.


Korsel Ingin Bahas Isu Semenanjung Korea dengan Rusia

"Akan ada sejumlah upaya intervensi dalam pemilihan umum presiden mendatang," kata Macron, dikutip Al Jazeera.

"Saya menilai hal itu tidak dapat diterima," tambahnya.

Pada pilpres yang akan datang, Macron harus kembali bersaing dengan Marine Le Pen, skenario yang sama seperti tahun 2017 lalu, untuk melanjutkan periode keduanya.

Hubungan antara Macron dan Erdogan sendiri juga sudah mencapai titik terendah pada 2020 lalu usai Presiden Turki menyebut presiden Perancis tersebut perlu memeriksakan kesehatan mentalnya. Pernyataan Erdogan tersebut terlontar usai Macron menyebut Islam sebagai agama yang tengah mengalami "krisis".

Pada Desember 2020, Erdogan juga berharap agar masyarakat Perancis dapat menurunkan Macron dari jabatan presiden secepat mungkin, karena selama ini sudah menjadi biang "masalah" bagi negara Eropa tersebut.

Sembilan Pejabat Rusia Dapat Sanksi dari Kanada, Moskow Janji Akan Membalasnya

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia