logo


Ulama Jatim Divaksin AstraZeneca, Jubir Wapres: Masalah Haram-Halal Sudah Selesai

Baginya yang terpenting saat ini adalah bagaimana herd immunity masyarakat terbentuk.

24 Maret 2021 18:00 WIB

vaksin Covid-19 AstraZeneca
vaksin Covid-19 AstraZeneca istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Juru Bicara Wakil Presiden, Masduki Baidlowi meminta masyarakat tidak perlu ragu dengan vaksin Covid-19 merek AstraZeneca. Ia meneruskan pesan Ma'ruf Amin bahwa vaksin AstarZeneca sudah diperbolehkan meski dinyatakan haram.

"Kalau garis besar yang disampaikan Wapres sudah menegaskan bahwa AstraZeneca sudah sebaiknya tidak lagi bicara haram dan halal, itu sudah selesai. Karena masalahnya itu tidak ada di situ masalahnya itu sudah boleh, masyarakat tidak perlu ragu lagi, apalagi kalau ada yang menyatakan AstraZeneca itu halal maka kebolehannya bertambah. Saya kira ke depan kalau ada yang berhubungan dengan vaksin-vaksin lain, garis besarnya kerangkanya sama," kata Masduki, dalam konferensi pers virtual, Rabu (24/3/2021).

Masduki lantas mencontohkan para ulama di Jawa timur yang sudah divaksin Covid-19 merek AstraZeneca. Ia kembali meminta agar masyarakat tidak lagi mempersoalkan soal halal dan haram vaksin tersebut.


Beda Hukum Vaksin AstraZeneca MUI Pusat dan MUI Jatim, Tengku Zulkarnain: Fatwa Mana yang Diikuti?

"Apalagi ulama-ulama di Jawa Timur sudah menggunakan vaksin AstraZeneca, lalu kemudian pesantren-pesantren juga sudah melaksanakan vaksin AstraZeneca, bahkan MUI rencananya untuk bagaimana agar melakukan vaksinasi dengan menggunakan AstraZeneca untuk menunjukan nggak ada masalah di soal haram dan halal, sudah selesai," sambungnya.

Baginya yang terpenting saat ini adalah bagaimana herd immunity masyarakat terbentuk.

"Justru bagaimana kita karena sudah boleh supaya cepat kapan bisa segera tercapai herd immunity, kapan ketersediaan vaksin misalnya bisa terwujud, lalu langkah-langkah percepatannya seperti apa," pungkasnya.

Dukung Program Pemerintah, 4.500 Pegawai bank bjb dan Masyarakat Divaksin Covid-19

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati