logo


Lewat Gernas BBI, Inovasi dan Kreasi Perajin Tenun NTT Terus Ditingkatkan

Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) untuk meningkatkan inovasi dan kreasi perajin Indonesia

24 Maret 2021 13:39 WIB

Anggota Bidang Promosi dan Humas Dewan Kerajinan Nasional, Ana Maria Plate
Anggota Bidang Promosi dan Humas Dewan Kerajinan Nasional, Ana Maria Plate Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Komunikasi dan Informatika mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) untuk meningkatkan inovasi dan kreasi perajin Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan dengan mengangkat produk unggulan perajin tenun di Nusa Tenggara Timur.

“Gernas BBI dicanangkan oleh Bapak Presiden Joko Widodo. Salah satu kegiatan yang menyukseskan gerakan ini adalah webinar dan workshop yang bersama-sama kita hadiri hari ini dengan tujuan untuk mengangkat produk-produk unggulan karya Nusa Tenggara Timur,” ujar Anggota Bidang Promosi dan Humas Dewan Kerajinan Nasional, Ana Maria Plate, dalam webinar Mendorong Kreasi dan Inovasi Wastra Tenun dan UMKM NTT, dari Hotel Inaya Inn, Labuan Bajo, Rabu (24/3/2021).

Ana Maria mengatakan, melalui webinar dan workshop ini diharapkan para perajin maupun pelaku usaha dapat semakin berinovasi, berkreasi, dan produk-produk karya anak bangsa dapat semakin berkualitas, serta diminati.


Kominfo Bekali Perempuan Kemampuan Digital untuk Perkecil Kesenjangan Gender

Menurut Ana Maria setiap bagian Nusa Tenggara memiliki ciri khas keragaman kekayaan alam dan budaya.

“Kain tenun merupakan salah satu dari sekian banyak ciri khas yang dibanggakan tidak hanya di wilayah Nusa Tenggara saja, tetapi secara nasional bahkan hingga internasional,” ujarnya.

Dalam acara yang melibatkan pemangku kepentingan dan perajin dan pelaku UMKM/UMi, Ana Maria mengisahkan, membuat satu lembar kain tenun membutuhkan waktu yang cukup lama. Tetapi menurutnya, hasil tenun akan memuaskan perajin maupun pembeli apabila hasilnya rapi, corak indah dan warna menarik apalagi kalau menggunakan benang dengan pewarna alami.

“Kenyataannya, dengan menggunakan benang toko mungkin lebih umum dilakukan baik karena permintaan yang tinggi dari masyarakat maupun biaya yang lebih efisien,” tuturnya.

Meskipun begitu, Ana Maria menyatakan tenun dengan corak dan motif dasar dari masing-masing suku serta warna dan benang alami haruslah dipertahankan.

“Indonesia patut berbangga atas kegiatan penenun yang dikembangkan secara turun menurun dan menonjolkan ciri khas daerah masing-masing, seperti misalnya Sumba Timur yang terkenal dengan motif tengkorak, Maumere dengan motif pohon, hujan, ranting, dan Manggarai terkenal dengan corak bunga laba-laba dan binatang,” paparnya.

Tingkatkan Daya Saing

Ana Maria menyatakan pelatihan tenun yang ditunjukkan perajiin Ibu Alfonsa Horeng sangat penting untuk melestarikan budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan taraf ekonomi masyarakat NTT.

“Pelatihan-pelatihan ini akan hadir untuk membantu bapak dan ibu penenun dan perajin dalam pemilihan kapas, penggulungan benang, pewarnaan kain, penataan motif, dan proses tenun yang baik,” ujarnya.

Berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan bahan baku seperti kapas, dalam kesempatan itu, Ana Maria megharapkan Pemerintah Kabupaten Manggarai bisa mendorong pemenuhannya dengan penanaman pohon kapas.

Lebih lanjut, guna memberdayakan dan meningkatkan daya saing produk-produk karya anak bangsa, Ana Maria menyatakan dibutuhkan kontribusi dan kolaborasi berbagai pihak.

“Baik pemerintah, swasta, masyarakat, maupun komunitas-komunitas. Salah satu Mitra terdekat untuk mendukung hal ini adalah Dewan Kerajinan Nasional yang selalu siap dan berkomitmen untuk terus berinisiatif, berkreatif dan berinovasi, demi meningkatkan harkat, juga martabat para perajin nusantara,” jelasnya.

Ana Maria menyatakan dukungan dan peranan aktif dekranas daerah juga memainkan peranan penting karena dekranas daerah yang menjadi aktor utama di garda terdepan untuk mendorong dan meningkatkan kualitas produksi dan memperluas cakupan pasar.

“Selain itu, dalam kesempatan yang baik ini saya juga mengajak para pemangku kepentingan lainnya seperti Telkom, Ladara, Rumah BUMN, Telkomsel, serta multi stakeholders lainnya untuk turut mendukung upaya kita bersama mengembangkan dan memajukan produk-produk karya dalam negeri agar bersama-sama kita dapat semakin Bangga Buatan Indonesia,” ungkapnya.

Ana Maria juga mengajak semua pihak untuk bisa meningkatkan daya saing para pelaku UMKM di Indonesia.

“Marilah kita satukan langkah dalam berinovasi dan berkreasi menciptakan lompatan-lompatan mengembangkan industri kreatif, sekaligus melestarikan kekayaan budaya nusantara demi mewujudkan Indonesia Maju,” pungkasnya.

Kominfo Buka Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 2,3 Ghz untuk Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler 2021

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata