•  

logo


Jelang Paskah, Jerman Perketat Kebijakan Lockdown

Pemerintah Jerman terpaksa memperpanjang dan memperketat aturan lockdown usai kasus infeksi Covid-19 semakin meningkat

23 Maret 2021 16:15 WIB

Kanselir Jerman Angela Merkel
Kanselir Jerman Angela Merkel istimewa

BERLIN, JITUNEWS.COM - Pemerintah Jerman menyatakan bahwa mereka akan memperpanjang pelaksanaan aturan lockdown hingga 18 April mendatang untuk menekan laju peningkatan kasus Covid-19 yang meroket beberapa waktu belakangan ini. Hal tersebut disampaikan secara langsung oleh Kanselir Jerman Angela Merkel pada Selasa (23/3).

Selain itu, pemerintah Jerman juga akan memperketat aturan pembatasan yang sudah diberlakukan di sana dengan menutup semua fasilitas olahraga, pusat kebudayaan dan tempat hiburan. Sementara kegiatan ibadah Paskah akan dialihkan secara online selama lima hari. Keputusan tersebut sudah mendapat persetujuan dari semua kepala daerah.

"Kita saat ini berada di dalam situasi yang serius," kata Merkel dalam konferensi pers, dikutip Al Jazeera.


Sepuluh Orang Tewas dalam Insiden Penembakan di Sebuah Supermarket di AS

Ia menambahkan bahwa pihaknya saat ini tengah berlomba dengan waktu untuk mendistribusikan vaksin Covid-19 kepada semua warga Jerman.

Sebelumnya, Badan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Jerman sudah memperingatkan bahwa varian baru Covid-19 yang pertama kali muncul di Inggris, yang lebih mudah menular, juga akan menyebar luas di Jerman.

Gubernur negara bagian Bavaria Markus Soeder mengatakan bahwa varian baru Covid-19 telah meningkatkan resiko yang ditimbulkan oleh pandemi.

"Mungkin kita saat ini hidup di sebuah fase pandemi yang paling berbahaya," kata Soeder kepada para wartawan di Berlin.

Australia dan Selandia Baru Dukung Uni Eropa Jatuhkan Sanksi terhadap China

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia