logo


Australia dan Selandia Baru Dukung Uni Eropa Jatuhkan Sanksi terhadap China

Uni Eropa telah menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah pejabat pemerintah China yang mereka anggap telah melakukan pelanggaran HAM atas kelompok etnis minoritas di provinsi Xinjiang

23 Maret 2021 15:45 WIB

Kamp di Xinjiang yang diyakini sebagai fasilitas untuk menahan kelompok etnis minoritas Uighur
Kamp di Xinjiang yang diyakini sebagai fasilitas untuk menahan kelompok etnis minoritas Uighur business insider

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Keputusan Uni Eropa menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah pejabat pemerintahan China yang dinilai telah melakukan tindak pelanggaran HAM di provinsi Xinjiang mendapat sambutan baik dari sejumlah negara.

"Ada bukti jelas mengenai pelangaran hak asasi manusia termasuk pembatasan pada kebebasan beragama, pengintaian massal, penahanan ekstra-judisial dalam skala besar, begitu juga dngan praktek kerja paksa dan pengendalian angka kelahiran, termasuk sterilisasi," kata Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne bersama Menteri Luar Negeri Selandia Baru Nanaia Mahuta dalam pernyataan tertulisnya dikutip Al Jazeera.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Dominic Raab juga mengatakan bahwa sanksi Uni Eropa terhadap China yang berupa pembekuan aset dan pemblokiran visa tersebut telah menunjukkan bahwa komunitas internasional tidak menutup mata atas tindak penindasan yang dialami oleh muslim Uighur dan etnis minoritas yang tinggal di provinsi Xinjiang.


Tak Terima Dijatuhi Sanksi, Kemenlu China Panggil Dubes Uni Eropa untuk Menghadap

"Bertindak bersama dengan mengirimkan sinyal yang paling jelas untuk menunjukkan bahwa komunitas internasional bersatu dalam kecamannya atas pelanggaran hak asasi manusia China di Xinjiang dan perlunya Beijing untuk mengakhiri praktik diskriminatif dan penindasan di wilayah tersebut," kata kementerian luar negeri Inggris.

Sepuluh Orang Tewas dalam Insiden Penembakan di Sebuah Supermarket di AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×