logo


Arab Saudi Ajukan Rencana Gencatan Senjata untuk Selesaikan Konflik Yaman

Pemerintah Arab Saudi mengumumkan bahwa mereka akan mencabut blokade di sejumlah pelabuhan Yaman jika semua pihak yang terlibat dalam konflik Yaman bersedia melakukan perjanjian gencatan senjata

23 Maret 2021 14:15 WIB

Salah satu sudut Kota Sanaa, Yaman
Salah satu sudut Kota Sanaa, Yaman istimewa

RIYADH, JITUNEWS.COM - Pemerintah Arab Saudi pada Senin (22/3) dikabarkan sudah mengajukan rencana perjanjian gencatan senjata untuk mengakhiri konflik yang berkecamuk di Yaman. Dalam rencana tersebut, pasukan koalisi Arab Saudi akan kembali membuka bandara internasional Sanaa, dan mengijinkan kegiatan impor bahan bakar dan bahan pengan melalui pelabuhan Hodeidah yang selama ini berada di bawah kendali kelompok Houthi.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud mengatakan bahwa negosiasi politik antara pemerintah Arab Saudi dengan kelompok Houthi juga akan dimulai kembali, jika pihak Yaman menerima rencana tersebut.

Pihak pemerintah Yaman yang diakui secara resmi oleh internasional dikabarkan telah menyetujui rencana tersebut.


PBB Khawatir dengan Meningkatnya Tindak Kekerasan terhadap Warga Asia di AS

Namun, kelompok Houthi yang mendapat dukungan dari Iran mengaku tidak yakin jika perjanjian gencatan senjata tersebut membuat pihak koalisi Arab Saudi mencabut blokade mereka.

"Kami berharap Arab Saudi bersedia mengumukan akhir pemblokiran pelabuhan-pelabuhan dan airport dan...memberi ijin masuk 14 kapal yang ditahan oleh koalisi," kata kepala negosiator Houthi Mohammad Abdulsalam kepada Reuters.

Sementara itu, juru bicara PBB Jalina Porter mengatakan bahwa pihaknya sangat meyambut baik komitmen Arab Saudi dan pihak pemerintahan resmi Yaman terkait negosiasi dan gencatan senjata dengan Houthi tersebut.

Menurut laporan sejumlah media, konflik yang terjadi di Yaman telah menewaskan lebih dari 100 ribu orang, dimana sebagian besar korban adalah warga sipil.

Konflik Yaman, yang tampak seperti sebuah perang proxy antara Arab Saudi dan Iran, juga telah membuat 80 persen penduduk Yaman sangat mengandalkan bantuan bahan pokok dan kebutuhan pangan dari pihak internasional.

 

Kamp Pengungsi Rohingya Dilalap Api, Puluhan Orang Tewas

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×