logo


Tolak Impor Beras, PDIP: Akan Bawa Kesengsaraan bagi Petani

PDI Perjuangan lahir dari rahim rakyat. Fardhu ain bagi seluruh kader Partai untuk terus memperjuangkan apa yang menjadi amanah rakyat

22 Maret 2021 13:34 WIB

Pekerja mengangkat beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Kamis (27/7).
Pekerja mengangkat beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Kamis (27/7). Jitunews/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Politisi Partai PDI Perjuangan Sonny T. Danaparamita menegaskan bahwa partainya akan menolak tegas kebijakan menteri perdagangan yang akan mengimpor 1 juta ton beras.

“Kami akan menolak setiap kebijakan menteri perdagangan yang dapat merugikan negara serta menyengsarakan rakyat. PDI Perjuangan lahir dari rahim rakyat. Fardhu ain bagi seluruh kader Partai untuk terus memperjuangkan apa yang menjadi amanah rakyat," ujarnya di Jakarta, Senin (22/3/2021).

Anggota Komisi VI DPR RI ini menilai bahwa impor beras yang telah disampaikan oleh menteri perdagangan akan membawa dampak kesengsaraan bagi para petani.


Soal Wacana Impor Beras 1 Juta Ton, Haikal Hassan: Pesan RI1 pun Dicuekin

“Jika dilakukan saat ini, banjir beras impor nanti pasti akan diikuti oleh banjir air mata para petani Indonesia,” kata dia.

Sebagaimana yang disampaikan oleh menteri perdagangan, pemerintah akan mengimpor beras sebanyak lebih dari 1 jta ton. Menurut Lutfi, kebijakan impor beras diambil untuk pemenuhan stok di Bulog.

Kalau berbicara Bulog, tentu Pak Budi Waseso selaku Dirut Bulog yang lebih mengetahuinya. Dan menurut pak dirut, dalam rakor bersama menko perekonomian tidak ada pembahasan soal impor beras. Tapi tiba-tiba Bulog diberi penugasan untuk impor beras.

Lebih lanjut Sonny mengungkapkan bahwa seharusnya para menteri atau para pembantu presiden bisa lebih arif dalam berstatemen ataupun mengambil kebijakan. Mereka tidak boleh dengan ego dan kepentingannya masing-masing membuat langkah dan kebijakan yang justru menjauh dari visi, misi, dan program dari Presiden Jokowi. Data yang ada menyebutkan bahwa kita akan mengalami surplus produksi pada Januari–April 2021 hingga 6 juta ton beras. Namun akibat adanya isu terkait impor beras ini, harga gabah telah mendapatkan tekanan.

“Saya mengingatkan agar Menteri Perdagangan tidak hanya fokus soal impor semata. Masih banyak tugas-tugas lain yang harus diprioritaskan. Menyusun komoditas yang sangat diperlukan oleh pasar internasional dan memperkuat rantai pasok ekspor menurut saya jauh lebih bermanfaat bagi para petani maupun pelaku UMKM kita," pungkasnya.

Soal Wacana Impor Beras, Pengamat: Kado Manis untuk Petani Indonesia.

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar
 
×
×