logo


Geram dengan AstraZeneca, Presiden Uni Eropa Ancam Blokir Ekspor Vaksin Covid

Ursula von der Leyen menegaskan bahwa pihaknya akan memblokir ekspor vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca jika mereka tidak mendapatkan pasokan vaksin tersebut dalam waktu dekat.

21 Maret 2021 16:30 WIB

Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen
Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen istimewa

BRUSSELS, JITUNEWS.COM - Kepala Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen terus memberikan ultimatum kepada AstraZeneca untuk segera mengirimkan pasokan vaksin Covid-19 kepada Uni Eropa, atau ekspor mereka akan diblokir.

"Kami punya opsi untuk memblokir ekspor. Itulah pesan kami kepada AstraZeneca: anda memenuhi kontrak yang anda buat dengan Eropa terlebih dahulu sebelum memulai pengiriman ke negara lain," kata Ursula kepada media Jerman pada Sabtu (20/3), dikutip Al Jazeera.

Seperti diketahui, Uni Eropa saat ini tengah berjuang keras untuk menjalankan program vaksinasi Covid-19 mereka, seiring dengan beberapa negara anggota blok tersebut yang kini menghadapi gelombang ketiga wabah Covid-19 dan terpaksa memberlakukan kebijakan lockdown.


Puluhan Ribu Warga Israel Minta Benjamin Netanyahu Segera Resign

Ursula mengatakan bahwa AstraZeneca sebelumnya sudah berjanji akan mengirimkan setidaknya 90 juta dosis vaksin Covid-19 pada kuartal pertama tahun ini kepada Uni Eropa. Namun, sejauh ini Uni Eropa baru menerima 30 persen saja.

AstraZeneca menyebut jika tertundanya pasokan vaksin buatannya karena adanya masalah teknis. Namun, sejumlah pejabat Uni Eropa sangat marah usai mengetahui jika perusahaan tersebut selama ini mampu mengirimkan pasokan vaksin mereka ke Inggris.

Ursula menegaskan bahwa di dalam kontraknya, AstraZeneca akan menyediakan pasokan dalam jumlah yang berimbang, baik untuk Inggris maupun Uni Eropa mengingat lokasi pabrik vaksin berada di sejumlah wilayah negara anggota Uni Eropa.

"Saya tidak dapat menjelaskan kepada masyarakat Eropa mengenai mengapa kita dapat mengekspor jutaan dosis vaksin ke negara-negara yang dapat memproduksi vaksin mereka sendiri dan tidak mengirimkan kembali kepada kita," tukasnya.

Vaksinasi Covid-19 Tertunda, Beberapa Negara Eropa Lockdown Lagi

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia