logo


Vaksinasi Covid-19 Tertunda, Beberapa Negara Eropa Lockdown Lagi

Sejumlah negara di Eropa terpaksa memberlakukan kembali kebijakan lockdown usai meningkatnya jumlah kasus Covid-19

21 Maret 2021 16:00 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Memburuknya situasi wabah Covid-19 di daratan Eropa membuat sejumlah negara, seperti Perancis, Polandia, dan Ukraina, kembali memberlakukan kebijakan lockdown secara nasional guna menekan jumlah penambahan kasus infeksi Covid harian.

Warga Polandia, sejumlah kota di Perancis, dan ibukota Ukraina, Kiev, mulai Sabtu (20/3) kemarin terpaksa menutup toko-toko mereka dan harus kembali bekerja dari rumah.

Kebijakan lockdown tersebut kembali diberlakukan usai program vaksinasi Covid-19 di Eropa tidak sesuai dengan harapan akibat keterbatasan pasokan vaksin yang mereka terima.


Erdogan Tak Terima Vladimir Putin Disebut Pembunuh oleh Joe Biden

Presiden Perancis Emmanuel Macron pada Jumat (19/3) lalu mengatakan bahwa kata "lockdown" bukanlah kata yang pas untuk menggambarkan strategi yang mereka ambil.

"Apa yang kami inginkan adalah untuk menarik rem (penyebaran) virus tanpa menutup diri kami di dalam ruangan. Ini tidak seperti terkunci di dalam," kata Macron kepada wartawan, dikutip Al Jazeera.

"Istilah lockdown tidak tepat," tambahnya.

Sementara itu, peningkatan jumlah kasus infeksi Covid-19 juga terjadi di Jerman, dimana pemerintah kemungkinan juga akan memberlakukan kebijakan pembatasan sosial dalam beberapa hari ke depan.

Institut Kesehatan Robert Koch Jerman melaporkan bahwa sedikitnya ada 17.482 kasus Covid-19 tambahan yang muncul dalam waktu 24 jam terakhir per Jumat (19/3), meski mereka sudah memberlakukan kebijakan lockdown beberapa waktu lalu.

Pada awal bulan Maret lalu, sejumlah pejabat pemerintah Jerman juga sudah sepakat untuk kembali memberlakukan kebijakan pembatasan sosial jika laju peningkatan kasus infeksi tetap tinggi.

"Kita berada di tengah gelombang ketiga pandemi, jumlah kasus terus bertambah, prosentase mutasi virus juga tinggi," kata Menteri Kesehatan Jerman Jens Spanhn dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Kanselir Jerman Angela Merkel pada Jumat (19/3) mengatakan bahwa pihaknya tak segan untuk kembali memberlakukan sejumlah kebijakan darurat dan lockdown jika hal tersebut dibutuhkan.

 

Puluhan Ribu Warga Israel Minta Benjamin Netanyahu Segera Resign

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia