logo


Soal Wacana Impor Beras, Pengamat: Kado Manis untuk Petani Indonesia.

alasan impor beras dilakukan dengan dalih menjaga stok beras nasional dan menstabilkan harga, sungguh tak masuk di akal.

19 Maret 2021 20:42 WIB

Ilustrasi beras bulog.
Ilustrasi beras bulog. JITUNEWS/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Analis Kebijakan Publik SUDRA, Afditya Iman Fahlevi menilai kebijakan impor beras 1 juta ton menjadi kado manis untuk petani Indonesia.

Menurutnya alasan impor beras dilakukan dengan dalih menjaga stok beras nasional dan menstabilkan harga, sungguh tak masuk di akal.

“Padahal produksi tahun 2021 meningkat. Beras kita surplus tiba-tiba masuk jutaan ton beras impor di tengah panen raya. Ini keputusan yang tak masuk akal,” ujarnya di Jakarta, Jumat (19/3/2021).


PDIP: Impor Beras Boleh-boleh Saja, Asal...

Dia mengatakan pemerintah seharusnya membantu petani untuk memperluas kapasitas penyerapan padi di tengah panen raya.

Oleh karena itu, pemerintah diharapkan bisa mengevaluasi kebijakan tersebut serta mampu merasakan dan memahami tiap tetes keringat para petani.

“Alangkah baiknya apabila kita terus berkomiten untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik,” kata dia.

Dalam hal ini, Afditya mengatakan kebijakan impor beras itu bisa disinyalir bukan persoalan ekonomi melainkan persoalan politik yang dirumuskan dalam kebijakan negara.

“Dia berpendapat jika memang impor harus dilkukan harusnya berdasarkan kebutuhan yang riil, bukan dalam rangka pemburuan rente (rent-seeking)," ujarnya.

Menurutnya kebijakan ekonomi yang hanya menguntungkan kaum elit dan merugikan rakyat adalah wujud nyata dari pola-pola dari institusi politik dan ekonomi ekstraktif.

“Negara yang dalam cengkraman institusi ekstraktif akan terjerumus dalam sebuah lingkaran setan. Institusi politik ekstraktif akan melahirkan institusi ekonomi dengan watak serupa yakni memperkaya segelintir orang tetapi menyengsarakan banyak jiwa,” pungkasnya.

Soal Wacana Impor Beras 1 Juta Ton, Haikal Hassan: Pesan RI1 pun Dicuekin

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar
 
×
×