logo


Minim Pasokan, Uni Eropa Ancam Blokir Ekspor Vaksin Covid

Presiden Uni Eropa Ursula von der Leyen mengancam bahwa pihaknya akan memblokir ekspor vaksin Covid-19 ke negara dengan tingkat vaksinasi yang lebih tinggi daripada Uni Eropa

18 Maret 2021 15:00 WIB

Presiden Uni Eropa Ursula Von der Leyen
Presiden Uni Eropa Ursula Von der Leyen istimewa

BRUSSELS, JITUNEWS.COM - Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, mengatakan bahwa jika pasokan vaksin Covid di Eropa tidak membaik, pihaknya akan memblokir ekspor vaksin ke negara-negara yang memiliki tingkat vaksinasi lebih tinggi daripada negara-negara anggota Uni Eropa, dilansir dari BBC.

Sengketa pasca-Brexit antara Uni Eropa dan Inggris diketahui telah diperburuk dengan perselisihan diplomatik mengenai ekspor vaksin Covid-19.

Presiden Dewan Eropa, Charles Michel, mengklaim pekan lalu bahwa Inggris telah memberlakukan "larangan langsung" atas ekspor vaksin dan komponennya, meski klaim tersebut akhirnya tidak terbukti dan dibantah oleh pihak Uni Eropa.


Diancam China, Pejabat Perancis Bakal Tetap Kunjungi Taiwan

Isu mengenai ekspor vaksin dari Uni Eropa dan potensi pemblokiran ekspor vaksin sedang ramai dibahas mengingat blok tersebut tengah berupaya untuk mendapatkan pasokan vaksin yang cukup guna mempercepat program vaksinasi Covid-19 mereka.

Ursula von der Leyen mengatakan 41 juta dosis vaksin Covid-19 telah diekspor dari Uni Eropa ke 33 negara dalam kurun waktu enam minggu, dimana lebih dari 10 juta diantaranya sudah masuk ke Inggris.

Jumlah tersebut lebih banyak dari total vaksin yang diberikan di Inggris pada bulan Februari, dan lebih dari sepertiga dari jumlah total vaksinasi Inggris sejauh ini (per 17 Maret).

Untuk diketahui, ekspor vaksin sejauh ini tidak diatur oleh Uni Eropa, tetapi oleh perusahaan seperti Pfizer dan AstraZeneca, yang menggunakan wilayah Uni Eropa sebagai basis manufaktur global mereka.

Senat Republikan Desak Joe Biden Lanjutkan Pembangunan Tembok Perbatasan AS-Meksiko

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia