logo


Wacana 3 Periode, Anggota DPD RI: Hanya Pancingan Terhadap Watak Kenegarawanan Jokowi

Saya pribadi akan bersikukuh pada sikap penolakan itu sampai akhir masa jabatan saya di DPD RI

17 Maret 2021 20:16 WIB

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi Instagram

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Anggota Komisi I DPD RI, Abdul Rachman Thaha memastikan 100 persen anggota DPD RI mendukung amandemen UUD, namun semata-mata terkait pokok-pokok haluan negara penataan kelembagaan MPR dan penguatan kelembagaan DPD.

“Sementara terkait perubahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode, 99,9 persen keyakinan saya bahwa 136 orang anggota DPD menolak amandemen UUD,” ujarnya di Jakarta, Rabu (17/3/2021).

Menurutnya apabila syarat minimal 50%+1 (bagi putusan untuk mengubah pasal UUD) terpenuhi, namun tanpa mengandung unsur DPD di dalamnya, maka semesta rakyat dapat menilai fatsoen politik wakil-wakil mereka di gedung kura-kura.


PDIP: Kalau Indonesia Ribut Terus, yang Akan Senang Negara Lain

“Saya pribadi akan bersikukuh pada sikap penolakan itu sampai akhir masa jabatan saya di DPD RI,” tegasnya.

Dalam hal ini, dia mengungkapkan bahwa ada anggota DPD yang berpolitik transaksional dengan cara yang tidak etis terkait perubahan masa jabatan presiden.

“saya akan buka nama yang bersangkutan ke masyarakat,” tuturnya.

Dia meyakini isu masa jabatan presiden tiga periode hanya pancingan terhadap watak kenegarawanan Jokowi.

“Anggaplah bahwa pada isu lain, publik mempersoalkan sikap kenegarawanan Presiden. Tapi khusus pada wacana penambahan periode masa jabatan presiden, jika itu benar-benar menjadi kenyataan, maka ini akan menjadi realitas yang terlalu mahal bagi reputasi Presiden dan terlalu suram bagi catatan perjalanan negara-bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Setahun Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, Fahri: Berhenti Meributkan Cara Berfikir yang Terlalu Diametral.

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar