logo


Lima Belas Negara Bagian AS Layangkan Gugatan terhadap Praktek Monopoli Google

Jaksa Agung Texas mengatakan bahwa Florida, Nevada, Alaska dan Montana juga ikut menggugat praktek monopoli Google

17 Maret 2021 15:15 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. Reuters

WASHINTON, JITUNEWS.COM - Jumlah negara bagian AS yang melayangkan gugatan terhadap Google semakin bertambah banyak, usai Alaska, Florida, Montana dan Nevada ikut menuding Google dan perusahaan induknya, Alphabet Inc telah melanggar UU anti-trust dengan melakukan sejumlah praktek monopoli. Hal tersebut disampaikan oleh Jaksa Agung Texas Ken Paxton, pada Selasa (16/3).

Sehingga, sejauh ini sudah ada 15 negara bagian yang menggugat Google.

"Koalisi kami berharap dapat meminta pertanggungjawaban Google atas tindakan ilegalnya dan mereformasi praktik Google di masa depan," kata Paxton dalam sebuah pernyataan.


Diminta Ikut Kampanyekan Vaksin Covid-19, Donald Trump Akhirnya Buka Suara

"Kami yakin Google akan dipaksa untuk membayar kesalahannya melalui sanksi finansial yang signifikan," lanjutnya.

Google sendiri sudah membantah tuduhan tersebut, dan sidang yang dijadwalkan pada hari Kamis diperkirakan akan mencakup pembahasan petisi yang dilayangkan oeh Google terhadap pengadilan federal Texas untuk memindahkan kasus tersebut ke California.

Dalam surat gugatannya, sejumlah negara bagian AS menuding Google telah melanggar undang-undang karena telah mendominasi proses penempatan iklan digital. Mereka menuduh Google telah bersekongkol dengan Facebook, yang merupakan salah satu pesaing terberatnya, untuk memonopoli iklan digital dengan alasan untuk melindungi informasi pribadi pengguna. Tindakan Google dan Facebook tersebut membuat sejumlah penerbit mendapatkan pemasukan yang lebih rendah.

Hadapi Ancaman China, Menhan Taiwan Bakal Kerahkan Kapal Selam Buatan AS ke Laut China Selatan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia